Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Fasilitas Stasiun Bayeman Minim, Sulit Menjadi Stasiun Transit

Ronald Fernando • Kamis, 11 Mei 2023 | 20:13 WIB
TANPA BERHENTI: Salah satu kereta melintas di Stasiun Banyeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Stasiun ini diharapkan menjadi stasiun transit. (Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)
TANPA BERHENTI: Salah satu kereta melintas di Stasiun Banyeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Stasiun ini diharapkan menjadi stasiun transit. (Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)
TONGAS, Radar Bromo- Rencana Pemkab Probolinggo mengubah Stasiun Bayeman, perlu terus dimatangkan. Banyak yang masih perlu dibenahi. Salah satunya perubahan fasilitas Stasiun Bayeman yang harus sesuai Syarat Pelayanan Minimal (SPM).

Humas Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Surabaya Alfaviega Septian Pravangasta mengatakan, program yang direncanakan Pemkab Probolinggo guna mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo, untuk memproyeksi Stasiun Bayeman menjadi stasiun transit sangat baik. Apalagi, di kawasan Gunung Bromo juga telah ada shuttle area.

Namun, yang harus dinilai bukan hanya shuttle area. Kondisi Stasiun Bayeman juga perlu diperhatikan. Kondisi bangunan peninggalan zaman Belanda, itu masih jauh dari SPM.

Minimal, kata Alfaviega, ada peron yang mampu menampung 6-7 kereta. Juga ada ruang tunggu memadai, loket, toilet, serta lahan parkir.

“Pada 2021, kami sempat berdiskusi dengan Dishub. Karena idenya bagus, sehingga awal tahun 2022 kami tindaklanjuti dengan melakukan survei. Hasilnya, Stasiun Bayeman sangat jauh dari SPM paling minimum sekalipun,” jelasnya.

Karena itu, kata Alfaviega, pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar mengajukan surat dan proposal mengenai peningkatan stasiun ke BTP Surabaya. “Saat ini untuk wilayah timur kami tengah fokus peningkatan perlintasan di Kalisat-Jember,” katanya, beberapa waktu lalu.

Dengan demikian, BTP belum bisa memastikan apakah bisa melakukan peningkatan Stasiun Bayeman. Mengingat programnya tidak ada. “Dulu, saat kami melakukan perbaikan Jembatan Bayeman sekitar Oktober 2022, kami mencoba memaksa agar Stasiun Bayeman bisa menjadi stasiun transit,” katanya.

Bahkan, kala itu, kata Alfaviega, ada sejumlah kereta yang melakukan berhenti luar biasa saat pembangunan jembatan. Namun, hasil penilaian uji coba saat ada kereta yang melakukan pemberhentian luar biasa itu sangat tidak memungkinkan.

Kecuali, kata Alfaviega, bila pemerintah Kabupaten Probolingo mau menjadi triger dalam proses peningkatan fasilitas Stasium Bayeman untuk menjadi stasiun transit.

“Jika pemerintah bisa menjadi triger dalam proses pembangunan itu, dengan potensi Bromo menjadi kawasan KSPN dan mengajukan anggaran ke pusat, maka masih bisa dilakukan,” jelasnya. (rpd/rud) Editor : Ronald Fernando
#stasiun bayeman