Ledakan itu terjadi pukul 23.45 di Jalan Sunan Bonang, Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Tengah malam itu, mayoritas warga sudah terlelap.
Tiba-tiba saja, mereka dikagetkan dengan suara dentuman keras yang diduga dari mercon. Suasana lengang pun berubah gaduh. Warga yang terkejut banyak yang keluar rumah dan mencari sumber suara.
Saat itulah diketahui, rumah milik Sholihin sudah rusak parah. Sebagian tembok rumah jebol dan atapnya hancur. Sementara anak Sholihin, Saifur Rizal, 21, ditemukan tergeletak penuh luka di kamar depan.
Ketua RT 3 Supianto mengatakan, dia sempat mengira suara ledakan malam itu berasal dari suara trafo yang meledak. Ternyata, berasal dari suara mercon yang meledak. Karena itu, dia tidak menyangka rumah Sholihin bakal hancur.
"Kebetulan saya dan warga rata-rata sudah istirahat untuk persiapan sahur. Makanya kami kaget saat ada ledakan. Tambah kaget lagi saat tahu ternyata ledakan itu dari suara mercon," ungkapnya.
Saat itu juga, Saifur Rizal dibawa ke IGD RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo. Sementara petugas Satreskrim Polres Probolinggo Kota langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) Minggu (16/4) dini hari.
Petugas langsung memasang police line agar warga tidak masuk ke TKP. Di lokasi kejadian, aroma bubuk mesiu masih tercium. Sementara di kamar depan yang hancur ditemukan sisa mercon yang belum meledak.
Nur Wahidah, 55, bibi korban menyebut, setiap hari Saifur Rizal ini bekerja sebagai tukang bangunan. Ia tinggal bersama orang tuanya, Sholihin dan Umi Kulsum, 49. Serta kedua adiknya, Reni, 16, dan Sella, 12.
Saat ledakan terjadi, adik dan orang tuanya berada di kamar belakang. Lokasinya dipisahkan ruang tengah. Sehingga meski dinding kamar mereka rusak, tapi tidak hancur seperti kamar yang ditempati Saifur Rizal.
Orang tua dan adik korban juga tidak mengalami luka. Mereka semua selamat. Kini, mereka untuk sementara tinggal di rumah Siti Robiah, yaitu nenek korban. Dekat dari rumah yang hancur.
"Saya kurang tahu dari mana mercon itu didapat oleh adik saya. Dia sehari-harinya kerja jadi kuli bangunan. Saat kejadian saya sedang tidur," terang Wahidah.
Kapolres Probolinggo Kota AKBP Wadi Sa'bani menuturkan, pihaknya sudah meminta keterangan sejumlah saksi. Mulai orang tua korban, saudara, hingga tetangga. Termasuk mengamankan serpihan mercon di lokasi kejadian.
"Ini jadi perhatian bagi kita semua. Jangan karena ingin menambah penghasilan atau semacamnya, malah membuat atau menjual mercon yang sangat membahayakan," sebut Kapolres.
Humas RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo Endah Ningrum menerangkan, kondisi korban mulai stabil. Meski begitu, Saifur Rizal masih dirawat di ruang intensive care unit (ICU). Karena itu, dia belum bisa dikunjungi.
"Kondisinya stabil. Korban mengalami luka bakar luas di wajah dan tangan. Serta multipel patah tulang akibat ledakan tersebut," sebut Endah.
Ketua MUI Kota Probolinggo Kyai Nizar Irsyad menyayangkan ada warga Kota Probolinggo yang menjadi korban ledakan mercon. Padahal, jelas dalam Islam, ulama sudah mengharamkan. Karena sangat membahayakan.
"Kami minta aparat menindak tegas pembuat mercon. Jangan kita kurangi pahala puasa dengan melakukan perbuatan yang tidak bermanfaat," terang Kyai Nizar. (riz/hn) Editor : Jawanto Arifin