Pembangunannya sudah dilakukan sejak beberapa hari terakhir. Proses fisiknya sudah mencapai sekitar 40 persen. Direncanakan usai Lebaran, kafe tersebut mulai bisa difungsikan.
Kades Tigasan Wetan Nasan mengungkapkan, wisata Bukit Dami dikembangkan menjadi potensi desa sejak 2020. Pengembangannya dilakukan oleh Komunitas Teras Tanah yang digagas pemuda desa.
Sejak dikembangkan, sejumlah fasilitas dibangun di wisata tersebut. Sejak tahun lalu, ada musala dan kamar mandi. Sehingga, wisatawan tidak perlu khawatir saat mau buang air atau beribadah.
Kelebihan dari wisata Bukit Dami adalah pengunjung bisa melihat matahari terbit dan matahari terbenam. Selain itu, pemandangan Kota Probolinggo bisa terlihat dengan jelas saat malam hari. Bukit Dami bisa dianggap Bromo kecil.
“Saat pertama berdiri, wisatawan harus turun ke rumah penduduk untuk ke kamar mandi. Sekarang, mereka bisa berlama-lama tanpa harus bingung salat,” kata Nasan.
Anggota Komunitas Teras Tanah Mahrundi menjelaskan, berbagai kegiatan bisa dilakukan oleh pengunjung di wisata Bukit Dami. Tidak hanya wisata edukasi berupa kelas pohon. Pengunjung juga bisa berswafoto. BUMDes sudah menyediakan bantal duduk.
Pihaknya berharap dengan berbagai fasilitas ini, pengunjung yang datang semakin banyak. Rata-rata dalam sehari, saat hari normal bisa antara 10 sampai 50 orang. Jumlah ini meningkat lipat dua saat akhir pekan.
“Pengelolaannya tetap di bawah BUMDes. Kami dari komunitas Teras Tanah hanya membantu pengembangannya. Setelah Lebaran, pengunjung bisa menikmati makanan dan minuman ringan di kafe yang dibangun,” tuturnya.
Atasi Becek, Bangun Jalan Makadam dan Gorong-gorong
Setiap kali musim hujan, jalan di Dusun Pandasari RT 7/RW 5, Desa Tigasan Wetan, selalu becek. Sehingga, menyulitkan bagi pengendara roda dua maupun roda empat untuk melintas. Mereka pun harus lewat dengan jalan kaki.
Karena itu, tahun ini Pemdes Tigasan Wetan melakukan pengerasan jalan di lokasi tersebut sepanjang 280 meter. Pengerjaannya sudah dilakukan sejak Maret lalu. Saat ini, tinggal penghalusan material kerikil dan batu.
Sebelum pengerasan, jalan ini masih berupa tanah. Sehingga, menyulitkan warga yang hendak melintas. Padahal, jalan ini merupakan jalan penghubung utama menuju Desa Tigasan Kulon.
“Sengaja kami gunakan pengerasan agar lebih awet. Sebab, jalan ini sering dilewati oleh kendaraan besar. Seperti truk muat tebu atau muat kayu. Sebab, ini jalur alternatif ke Kabupaten Lumajang,” jelas Kades Nasan.
Selain itu, tahun ini Pemdes Tigasan Wetan bakal membangun gorong-gorong di lokasi serupa. Panjangnya sekitar 2,5 meter. Sebab, saat musim hujan, air tidak cepat surut. Sehingga, genangan terjadi dalam waktu lama.
“Sebelumnya, tidak ada gorong-gorong di sini. Jadi memang butuh untuk pembuangan air. Sehingga, tidak becek dan tidak ada genangan,” tutur Kades.
Jalan Dusun Masih Gelap
Jalan di Desa Tigasan Wetan rata-rata masih gelap gulita. Saat malam hari, praktis hanya ada penerangan dari lampu rumah warga. Namun, seringkali tidak ada penerangan sama sekali saat tidak ada rumah penduduk.
Kades Tigasan Wetan Nasan menuturkan, masih cukup banyak jalan yang membutuhkan penerangan jalan umum (PJU). Total jalan di desanya membutuhkan sekitar 200 titik PJU.
Syukurnya, tahun ini Pemdes Tigasan Wetan mendapatkan bantuan dari Pemkab Probolinggo. Rencananya, Dinas Perhubungan (Dishub) setempat akan membangun PJU baru sebanyak 10 titik di sepanjang Dusun Pasar.
“Pemasangannya dilakukan melalui bantuan keuangan (BK) dari Dishub. Tentu kami sangat senang karena terbantu mengurangi gelap saat malam hari,” kata kades Nasan.
Rencananya, titik-titik lain yang masih gelap akan dipasang PJU secara bertahap. Meski begitu, pihaknya memastikan jalan di desanya aman dari kejahatan jalanan. Tidak pernah ada warga yang dibegal saat melintas di jalan gelap.
“Kalau pencurian ya ada. Tapi, begal tidak ada. Kalau warga setempat mungkin tidak masalah saat melintas di jalan desa. kalau warga luar ya mungkin akan kesulitan,” pungkas Nasan. (riz/hn/*)
APBDes Pemerintahan Desa Tigasan Wetan Tahun 2023
PENDAPATAN
Pendapatan Transfer – Rp 2.150.210.755,00
Pendapatan Lain-lain – Rp 0,00
JUMLAH PENDAPATAN – Rp 2.150.210.755,00
BELANJA
Bidang Pemerintahan – Rp 561.617.124,00
Bidang Pembangunan – Rp 967.348.721,00
Bidang Pembinaan – Rp 18.240.000,00
Bidang Pemberdayaan – Rp 482.400.000,00
Bidang Penanggulangan Bencana – Rp 177.200.000,00
JUMLAH BELANJA – Rp 2.206.805.845,00
SURPLUS (DEFISIT) – (Rp 56.595.090,00)
PEMBIAYAAN
Penerimaan Pembiayaan – Rp 56.595.090,00
Pembiayaan Netto – Rp 56.595.090,00
Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran – Rp 0,00 Editor : Jawanto Arifin