Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Probolinggo Dr. Habib Hadi Zainal Abidin, S.Pd., M.M., M.HP. Peresmian ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Pendalungan Jelang Ramadan 1444 Hijriah.
Pujasera berada di bagian timur Alun-alun Kota Probolinggo. Terdiri dari dua lantai. Di lantai bawah ada 92 pedagang kaki lima (PKL) dan lantas atas ada 95 PKL. Para pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan indah alun-alun yang menjadi ikon Kota Probolinggo.
Peresmian ditandai dengan pengguntingan rangkaian bunga melati di ujung tangga. Wali Kota menggunting rangkaian bunga didampingi Forkopimda dan perwakilan dari Bank Jatim Cabang Probolinggo.
Diketahui, PKL yang berjualan di Pujasera ini merupakan pedagang yang sebelumnya berjualan di sekitaran alun-alun. Adanya pujasera ini merupakan salah satu bukti, bahwa Wali Kota telah memikirkan dengan matang fasilitas yang disiapkan. Termasuk sarana dan prasana bagi PKL yang biasa mangkal di sekitar alun-alun dalam sebuah konsep one spot kuliner.
Bukan hanya tempat, para PKL juga mendapatkan etalase baru. Juga disediakan meja-kursi bagi pengunjung bergaya minimalis yang asyik menjadi tempat nongkrong bersama keluarga.
Sore itu, peresmian pujasera diwarnai bagi-bagi kupon gratis beragam kuliner PKL Pujasera. Sekaligus suguhan penampilan musik angklung D’Galeng, asal Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.
Salah satu pedagang Haini, 34, mengaku tak menyangka bisa mendapat tempat berjualan di Pujasera Alun-alun. “Bahagia sekali. Banyak loh teman-teman UKM yang bilang ke saya ingin jual di sini juga. Tapi, tidak bisa. Saya bersyukur. Selain (sewa) bulanannya murah sekali, dapat etalase meja kursi. Alhamdulillah, saya dapat tempat di lantai 2. Senang sekali,” ujar penjual rujak dan keripik ini.
Wali Kota juga mengaku bersyukur karena fasilitas yang ditunggu-tunggu PKL ini sudah selesai dan diresmikan. Menurutnya, Pujasera ini bukan hanya untuk para PKL, tetapi juga demi memberikan kenyamanan bagi pengunjung alun-alun.
Ia berharap Pujasera ini dimanfaatkan dengan baik. Serta, mampu mendongkrak kesejahteraan pedagang dan menggeliatkan perekonomian Kota Probolinggo.
“Kami harap, baik PKL maupun pengunjung bersama-sama menjaga kebersihan bersama Pujasera ini. Mulai hari ini pula sudah tidak ada lagi PKL yang berjualan di sekitaran alun-alun ya,” ujar Wali Kota sambil menegaskan tidak ada batas jam malam untuk Pujasera, agar warga kota maupun luar kota bisa menikmati alun-alun lebih nyaman lagi. (el/adv) Editor : Jawanto Arifin