Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo masih terus turun. Melakukan penyedotan genangan air banjir di sejumlah titik.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo mengatakan, hujan deras disertai petir melanda Kota Probolinggo mulai Jumat-Minggu (10-12/2). Durasi hujan cukup panjang. Setiap hari mencapai sekitar 7 jam.
Tingginya intensitas hujan, membuat sejumlah wilayah di Kota Probolinggo tergenang. Ketinggiannya bervariasi. Antara sekitar 10-35 sentimeter.
BPBD pun terus berusaha memperoleh data, kondisi terkini, maupun dampak yang ditimbulkan hujan ini. Salah satunya dengan membentuk gugus tugas. Mereka berfungsi melakukan kaji cepat dan inventarisasi korban terdampak. “Serta, memastikan warga yang terdampak hujan deras ini tetap dalam kondisi sehat dan pemenuhan kebutuhan mendesak,” katanya.
Dari hasil pantauan tim di lapangan, kata Sugito, ribuan rumah atau kepala keluarga (KK) terdampak. Luapan air hujan masuk rumah. Terbanyak di Kecamatan Kanigaran. Terdapat 657 KK dengan 2.026 jiwa.
Tidak hanya rumah, banyak titik ruas jalan di Kota Probolinggo yang juga tergenang. Seperti di Jalan Pahlawan, Panglima Sudirman, dan Jalan Sunan Muria. Bahkan, banyak juga lingkungan warga yang terjadi genangan.
“Sampai hari ini (kemarin) kami masih turun ke lingkungan rumah warga yang ada genangan. Kami melakukan penyedotan di sejumlah titik. Seperti di (Kelurahan) Pakistaji dan halaman Pondok Pesantren Asulthon Triwung. Kami gunakan tiga mesin sedot. Penyedotan juga dibantu swadaya warga langsung,” terangnya.
Melihat dampak curah hujan yang begitu luas, BPBD juga membuka dapur umum. Menyiapkan ribuan nasi bungkus. “Pembagian nasi bungkus merata di semua kecamatan. Kami utamakan di perkapungan warga yang memang terdampak,” jelasnya. (mas/rud)
TERDAMPAK BANJIR
Kecamatan Kanigaran
657 KK
2.026 Jiwa
Kecamatan Kademangan
595 KK
1.990 Jiwa
Kecamatan Mayangan
513 KK
1.538 Jiwa
Kecamatan Kedopok
93 KK
364 Jiwa
Kecamatan Wonoasih
241 KK
992 Jiwa Editor : Jawanto Arifin