Pengelola lapangan Maron Bambang Rubianto mengatakan bahwa pihaknya merasa tergerak untuk melakukan tindakan pengawasan. Sebab kenyamanan serta keindahan lapangan kebanggaan warga Maron tersebut harus terus terjaga. Dapat digunakan sesuai dengan peruntukannya.
Bambang bilang, jika sebenarnya pengawasan dan pemeliharaan telah dilakukan secara berkala. Namun dengan kejadian tersebut pengawasan akan lebih diperketat. Agar kejadian yang sebelumnya tidak terulang kembali.
"Aksi vandalisme jangan sampai terulang lagi. Kami akan memperketat pengawasan lapangan," bebernya.
Untuk mewujudkannya, pengelola meminta warga setempat dan warung yang berjualan di lapangan turut mengawasi. Saat ada gerak-gerik yang mencurigakan, warga dapat langsung bertanya. Pengawas yang efektif sejatinya harus dilakukan secara bersama-sama. Melibatkan semua kalangan baik masyarakat dan maupun Muspika Maron.
https://radarbromo.jawapos.com/daerah/kraksaan/06/02/2023/vandalisme-ujaran-kebencian-polisi-di-lapangan-maron-bikin-risih/
"Kalau saat siang hari kecil kemungkinannya aksi vandalisme dilakukan. Bisa jadi aksi tersebut dilakukan pada malam hari," bebernya.
Dia berharap kepada siapa pun yang menggunakan lapangan agar turut menjaga fasilitas yang sudah ada. Terjaganya fasilitas yang ada nantinya juga akan berdampak pada kualitas lapangan yang mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama.
Sebelumnya aksi vandalisme dengan tulisan ujaran kebencian kepada pihak kepolisian melekat di sekeliling tembok lapangan Maron. Tulisan tak elok tersebut, sebagian kini sudah ditutup dengan cat.
Coretan vandalisme tersebut sudah dihapus pada Jumat (3/2). Tulisan ujaran kebencian tersebut hampir ada di sekeliling lapangan Maron. Mulai dari sisi barat, timur, selatan dan utara. Bukan hanya pada tembok bagian dalam lapangan, tulisan tersebut juga ada di bagian luar. (ar/fun) Editor : Jawanto Arifin