Tak hanya meledak, layar kaca itu juga terbakar. Bahkan merembet ke bufet, antena, set top box, dan spiker. Peristiwa ini diduga disebabkan korsleting listrik.
Orang tua Lana, Sutari, 55, mengatakan, ledakan terjadi sekitar pukul 17.00. Sore itu, Lana hendak menonton televisi bersama tetangganya, Ririn, 40. Bersama ketiga anak Ririn, mereka hendak menonton bersama di ruang tengah.
Saat baru dinyalakan, tiba-tiba terdengar suara aneh dari televisinya. Tidak lama kemudian ada percikan api dari bagian tabung televisi di bagian belakang. Melihat itu, Lana bersama Ririn dan ketiga anaknya langsung keluar rumah.
Televisi itu pun meledak. Satu kali. Suaranya keras. Sejumlah tetangga langsung mendekat untuk membantu. Mereka mencoba memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Api pun berhasil dipadamkan sebelum menjalar ke ruangan lain.
Namun, televisi tabung berukuran 43 inch itu habis terbakar. Hanya menyisakan sedikit kabel yang terhubung ke antena. Tim pemadam kebakaran (damkar) Satpol PP Kota Probolinggo, juga sempat merapat ke lokasi kejadian. Sekitar pukul 17.45. Sekitar pukul 18.15, api dinyatakan benar-benar padam.
Meski tidak sampai menyebar, asap membuat beberapa dinding rumah korban menghitam. Seperti di ruang tengah, ruang keluarga, dan teras. Sabtu (4/2), ia langsung menghubungi tukang untuk mengecat bagian dinding yang hitam. Sekaligus membersihkan sisa-sisa ledakan. “Kalau kerugian belum saya hitung. Cuma ini televisi sudah berumur lebih dari 10 tahun,” katanya.
Kasi Damkar Satpol PP Kota Probolinggo Abdullah mengatakan, penyebab kebakaran diduga karena korsleting listrik. Menyebabkan televisi meledak. “Tidak ada korban. Untuk kerugiannya, masih belum diketahui," ujarnya. (riz/rud)