TK IT Permata Kraksaan telah merampungkan tema pembelajarannya. Pada Januari ini, TK yang berada di bawah naungan Yayasan Ishlahul Ummah Probolinggo, ini mengambil tema atau topik “Polisi Abdi Negara Karunia Allah.”
Sebagai puncak tema, Selasa (31/1), TK IT Permata Kraksaan menggelar Educational Field Trip Goes to Polres Probolinggo. Diikuti 158 siswa. Mereka didampingi 20 ustadah. Rombongan para generasi bangsa ini disambut hangat Kasatlantas Polres Probolinggo AKP M. Sapari bersama sejumlah anggotanya.
Mereka mendapatkan sejumlah materi dari personel Satlantas. Mulai baris-berbaris, peraturan lalu lintas beserta rambu-rambunya, dan pengenalan kendaraan patroli polisi dan fungsinya.
Bahkan, secara bergantian para siswa juga diajak menaiki motor dan mobil patroli yang diparkir di halaman Mapolres Probolinggo. Ada juga materi mewarnai gambar polisi dan kendaraan patroli.
Sejumlah materi diberikan secara bergantian. Mereka dibagi dalam tiga kelompok. Yakni, Kelompok Anggur, Mangga, dan Kelompok Nanas. Siswa juga dihibur dua badut dari Polres. Sebagai bentuk apresiasi, 15 siswa mendapat bingkisan dan dua siswa mendapat helm. Mereka adalah yang bersemangat dan bisa menjawab pertanyaan.
Kepala TK IT Permata Kraksaan Anita Supristiwaningsih, S.Pd.I., M.M. mengatakan, puncak tema merupakan kegiatan rutin yang digelar TK IT Permata. Tempat yang dikunjungi disesuaikan tema yang diberikan kepada siswa dalam setiap bulannya. TK IT Permata Kraksaan dalam satu tahun pelajaran menyiapkan 7 hingga 8 tema pembelajaran.
“Bulan ini, kami mengambil tema Polisi Abdi Negara Karunia Allah. Kami melakukan kunjungan ke Polres Probolinggo. Harapannya, anak-anak bisa mengetahui dan mengenal apa saja yang ada di Polres Probolinggo,” katanya.
“Kunjungan dalam puncak tema kami sesuaikan. Jika tema pantai, kami akan mengunjungi pantai. Selain itu, dalam puncak tema kami juga menghadirkan narasumber ke sekolah,” imbuhnya.
Dengan adanya sejumlah materi yang diberikan dalam kunjungan ke Polres Probolinggo, kata Anita, siswanya bisa memahami tata cara dan peraturan dalam berlalu lintas sejak dini. Serta, tidak takut jika bertemu polisi.
“Bagi yang bercita-cita jadi polisi, harapannya nanti bisa menjadi polisi yang saleh dan salehah. Serta, tangguh, peduli, dan mengayomi masyarakat. Karena apapun profesinya, itu karunia Allah,” katanya. (uno/adv) Editor : Jawanto Arifin