Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, relief taman yang rusak ini ditemukan di sisi selatan PT Pamolite Adhesive Industry (PAI) hingga ke arah selatan. Selain relief taman, bahu jalan dekat taman juga terlihat becek.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo Rahmadeta Antariksa mengatakan, kondisi taman terlihat tidak terawat karena banyak kendaraan yang sering parkir di sana. Banyak relief yang rusak akibat akar pohon yang membesar.
DLH berencana merevitalisasi taman di Jalan Brantas ini. Namun, tidak akan dilakukan pada awal tahun ini. Anggarannya belum ada. Anggaran revitalisasi taman Rp 1,5 miliar diperuntukkan taman di Jalan Soekarno-Hatta. Mulai dari Pertigaan Ketapang ke arah timur.
Kemungkinan, kata Deta, akan diperbaiki melalui Perubahan APBD (P-APBD) 2023. Namun, berapa kebutuhan anggarannya, belum dipastikan. Nanti ada konsultan yang menghitung kebutuhan biaya untuk revitalisasi. Sebagian pohon akan dikepras dan diganti dengan tanaman agar relief tidak mudah rusak.
“Secara bertahap pasti kami perbaiki. Tahun ini bisa dilakukan di perubahan anggaran. Nanti kami minta tambahan dana. Kebutuhan anggaran akan dihitung oleh konsultan,” ujarnya.
Anggota Komisi III DPRD Kota Probolinggo Heri Poniman mengatakan, semua taman di Kota Probolinggo, kondisinya memprihatinkan. Kota Probolinggo yang dulu terkenal dengan Kota Seribu Taman, kini tamannya tidak terawat. Alasannya, masalah anggaran.
Tahun ini, kata Poniman, ada anggaran Rp 1,5 miliar untuk perawatan taman. Ia mengaku akan memanggil dinas terkait untuk menjabarkan anggaran itu akan digunakan untuk merevitalisasi taman mana saja. Kalau tidak cukup untuk taman di Jalan Brantas, bisa mengajukan tambahan dalam P-APBD 2023.
“Harapan saya, program yang dilakukan pemerintahan sebelumnya yang baik, pemerintahan sekarang wajib meneruskannya. Dengan memeliharanya, kalau perlu ditambah lebih bagus,” ujar politisi Gerindra ini. (riz/rud) Editor : Ronald Fernando