Sayangnya tahun ini pihak desa masih belum bisa memolesnya. Pasalnya alokasi anggarannya cukup besar. Sehingga dimungkinkan harus menggandeng investor.
Kades Ngadas Kastaman menerangkan, jika saat ini untuk Gua Batman memang tak banyak yang mengetahuinya. Namun banyak juga yang berkunjung ke lokasi tersebut.
“Sebelum covid ada saja yang berkunjung. Namun saat covid dan PPKM kunjungan gua ini mulai berkurang. Padahal jika dilihat, gua ini berpotensi jadi destinasi rujukan selain ke Gunung Bromo,” katanya.
Pemerintah desa berkeinginan untuk membranding goa tersebut. Termasuk melakukan pembangunan dengan harapan jika dipoles lebih baik. Mulai dari akses jalanya serta fasilitas pendukung lainya sehingga Gua Batman akan ramai pengunjung.
Kendati demikian, alokasi anggaran yang dibutuhkan pun tak sedikit. Sehingga, pihak desa harus menggandeng investor. Oleh karenanya, Kastaman menerangkan jika memang ada investor yang mau masuk, maka bisa dibicarakan lebih lanjut.
“Kami branding dulu agar ada investor yang mau masuk juga,” terangnya.
Selain itu, jika dilihat potensi yang ada, berdekatan dengan lokasi Gua Batman juga ada kebun seledri. Sehingga wisatawan juga bisa disajikan wisata petik seledri. “Stiap desa punya potensi sendiri. Seperti Wonokerto wisata jamur kancing, Desa Jetak ada wisata stroberi, Desa Wonotoro ada wisata budaya, Desa Ngadisari wisata Seruni Point dan disini (Desa Ngadas, red) wisata petik seledri plus Gua Batman. Tentunya wisata alternatif ini dapat menunjuang Wisata Gunung Bromo,” tandasnya. (rpd/fun) Editor : Jawanto Arifin