Yang membuat geger, tersangka Abdul Manan menusuk korban Dony di areal Mal Pelayanan Publik (MPP) di Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Korban yang saat itu sedang bekerja di MPP ditusuknya berkali-kali menggunakan pisau.
Warga Desa Jangur, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo itu pun tak berdaya. Dia roboh dengan tubuh bersimbah darah di parkiran MPP. Beberapa saat kemudian, korban meninggal dengan sejumlah luka tusukan.
Awalnya tersangka tidak tahu menahu tentang perselingkuhan istrinya dengan korban. Yang diketahui tersangka, istrinya sering pulang terlambat usai bekerja.
Jumat (13/1) sore, tersangka menanyakan penyebab istrinya sering pulang terlambat ke rumah mereka di Desa Jorongan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. Keduanya bahkan sampai bertengkar.
https://radarbromo.jawapos.com/daerah/probolinggo/14/01/2023/karyawan-kontrak-pdam-tewas-ditusuk-diduga-masalah-asmara/
Tersangka pun terus mendesak istrinya. Hingga akhirnya istrinya mengaku bahwa dia berselingkuh dengan korban. Mendengar pengakuan istrinya, tersangka sakit hati. Dia pun merencanakan membunuh korban yang tak lain rekan kerjanya di Perumdam Tirta Argapura.
Sabtu (14/1), tersangka pun keluar rumah lebih awal. Pukul 04.00, dia berangkat menuju rumah orang tuanya di Desa Tamansari, Kecamatan Dringu. Sampai di sana, dia mengambil pisau.
Lalu mendekati pukul 07.00, tersangka berangkat ke MPP. Ia menunggu korban di dekat tempat parkir. Sebab, korban setiap hari memang bekerja di MPP bagian PDAM sebagai pembaca meter.
Begitu melihat korban tiba di MPP sekitar pukul 07.00, tersangka menyapanya. Namun, kemudian dia langsung menusuk korban menggunakan pisau yang diselipkan di pinggangnya.
Korban ditusuknya berkali-kali hingga roboh. Di tubuh korban, ditemukan luka tusuk di leher, bahu, dada, perut, lengan, hingga siku.
Setelah menusuk korban, tersangka yang merupakan staf gudang di kantor Perumdam, langsung mengambil motornya. Lalu kabur meninggalkan korban.
Korban yang roboh sempat merintih lirig. “Aduh...., aduh.” Rintihan ini didengar oleh petugas kebersihan di MPP, Rofi. Rofi pun menghampiri korban yang roboh di dekat parkiran. Dia lantas langsung berlari memberitahu petugas Satpol PP yang berjaga di pos depan.
"Saya tidak tahu kejadiannya. Namun yang pasti, tadi banyak darah di tubuh korban. Sepertinya pelaku berulang kali menusuk korban," kata Rofi.
Petugas Satpol PP yang mengetahui kejadian itu langsung menghubungi Polsek Dringu. Namun nahas, korban sudah tidak bernyawa saat petugas datang. Jenazah korban langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo menggunakan mobil Polsek Dringu.
Sementara itu tersangka yang sempat kabur, akhirnya diamankan oleh anggota Unit Polsek Dringu sekitar pukul 08.00. Dari tangannya, polisi mengamankan dua buah pisau yang digunakan untuk menusuk korban. Kini, tersangka ditahan di Mapolsek Dringu.
Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi melalui Kapolsek Dringu, AKP Muhammad Dugel mengungkapkan, pelaku membunuh korban karena sakit hati. Sebab, istrinya diketahui berselingkuh dengan korban.
"Pelaku memang sempat berupaya melarikan diri. Namun akhirnya berhasil kami tangkap di Desa Tamansari. Motifnya karena sakit hati pada korban yang berselingkuh dengan istrinya," sebut Dugel. (riz/hn) Editor : Jawanto Arifin