Namun kedua kaki mereka mengalami linu karena terbentur body pikap bernopol N 8678 NM saat terguling. Ruas jalan Pahlawan pun sempat macet sepanjang 200 meter selama 15 menit. Muatan cabai pun tumpah ke jalan.
Warga dan polisi dari Poslantas Pilang yang melihat peristiwa ini langsung membantu. Mereka mengevakuasi pikap ke kondisi semula. Sementara, muatan cabai diletakkan ke pinggir sisi timur jalan agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Evakuasi berlangsung selama 15 menit.
Frastian mengungkapkan, dia hendak mengantar muatan cabai seberat 10 kuintal dari Kraksaan menuju Surabaya. Ia berangkat sekitar pukul 14.30 dengan kecepatan sedang. Nahas, setibanya di tikungan Jalan Pahlawan, ia berbelok terlalu dalam, sehingga kemudinya oleng.
Alhasil pikap itu terguling ke sisi barat di lajur kiri. Sementara karung muatan cabai terjatuh tidak jauh dari lokasi pikap terguling. Akibatnya, solar dari pikap tumpah ke jalan. Usai menepikan pikap dan muatan cabai, mobil damkar Kota Probolinggo langsung menyemprot solar itu.
“Ini saya masih menunggu teman dari arah Kraksaan. Ini masih perjalanan untuk membawa muatan cabai. Saya tidak luka, Cuma badan masih linu karena benturan pas terguling. Kalau pikap tidak apa-apa,” terang Frastian. (riz/fun) Editor : Jawanto Arifin