Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Provinsi Jatim Muhammad Isa Anshori mengaku, turun ke Gili Ketapang, bersih-bersih bersama masyarakat, Senin (26/11). Termasuk menanam pohon cemara udang. Terkait kerusakan dampak bencana yang menghantam Pulau Gili Ketapang, Isa mengaku telah melakukan inventarisasi.
“Kami tadi sudah turun menginventarisasi dan melihat langsung dampak bencana itu,” ujarnya.
https://radarbromo.jawapos.com/daerah/probolinggo/24/12/2022/dihantam-gelombang-25-kapal-dan-12-rumah-di-gili-ketapang-rusak/
Penanganan kerusakan dampak bencana ini, kata Isa, tetap menjadi perhatian Pemprov. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkab Probolinggo dan tokoh masyarakat untuk mencari solusinya. “Nanti segera kami koordinasikan dulu dengan pemerintah daerah,” ujarnya.
Diketahui, Jumat (23/12), gelombang tinggi disertai angin kencang terjadi di perairan Probolinggo. Nahas, tanggul sepanjang 800 meter di Desa Gili Ketapang, Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, ambrol. Sejumlah 12 rumah dan 25 kapal milik warga rusak. Beruntung tidak ada korban jiwa. Namun, warga sekitar juga harus siaga. Khawatir terjangan gelombang semakin parah. (mas/rud) Editor : Jawanto Arifin