Memang tanggul penahan ombak sepanjang 800 meter jebol di Gili Ketapang. Tanggul jebol setelah ombak tinggi disertai angin kencang menghantam Desa Gili Ketapang pada Jumat (23/12) malam. Akibatnya, 12 rumah dan 25 kapal juga rusak.
Kapolres Probolinggo Kota AKPB Wadi Sa’bani pun langsung memerintahkan jajarannya untuk melaksanakan bakti sosial, Sabtu (24/12) pagi. Bersama TNI, bakti sosial dilakukan untuk membantu membersihkan rumah yang rusak dan membuat tanggul buatan sementara.
Kapolres melalui Kapolsek Sumberasih Iptu Agus Santoso mengatakan, Polri dan TNI yang diturunkan membawa bantuan berupa 500 sak karung untuk membuat tanggul sementara. Selain juga membersihkan lokasi terdampak.
“Selain membersihkan rumah yang porak poranda akibat badai, kami juga membuat tanggul sementara untuk mengganti tanggul yang rusak karena dihantam gelombang laut. Hal ini perlu dilakukan agar gelombang laut tidak merusak rumah warga,” kata Iptu Agus, Minggu (25/12) pagi.
Ia juga mengimbau agar warga selalu waspada. Sebab, sesuai dari info BMKG, gelombang pasang akan terjadi hingga 26 Desember 2021.
"Kami mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati. Memeriksa kondisi sekitar rumah seperti pepohonan dan kelistrikan," imbuhnya.
BPBD Kota Probolinggo juga meminta masyarakat waspada. Sebab, cuaca ekstrem diperkirakan rawan terjadi di sejumlah daerah di Jawa Timur, termasuk Kota Probolinggo.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo mengatakan, bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem rawan terjadi. Mulai hujan lebat yang berdampak banjir, tanah longsor dan air rob. Juga angin kencang dan gelombang tinggi air laut.
“Beberapa hari terakhir hujan terjadi di Kota Probolinggo dengan intensitas rendah. Kami berharap masyarakat tetap waspada dengan cuaca ekstrem yang rawan terjadi,” katanya. (rpd/mas/hn) Editor : Ronald Fernando