Rencananya, Wali Kota Probolinggo sendiri yang bakal meresmikan sentra UMKM Batik ini. Informasi tentang rumah batik bakal segera di launching, senter terdengar sesaat setelah pembangunan rumah batik yang digarap oleh CV. Sarana Bina Yasa (SBY) Surabaya, selesai tepat waktu jelang Tutup Anggaran 2022.
Ya, pembangunan rumah batik merupakan program kerja prioritas DKUPP tahun ini. Proyek senilai Rp. 1,4 Miliar, berasal dari sumber dana DAK Fisik Kementerian Perindustrian. Dalam 120 hari kalender, rumah batik yang berlokasi di Jalan Mastrip, Kanigaran, Kota Probolinggo, kini sudah berdiri megah dan siap beroperasional.
“Ya, pokoknya segera lah ya, secepatnya. Doakan lancar semuanya. Insyaallah, nanti pak Wali sendiri yang meresmikan rumah batik ini,” ungkap Fitri, panggilan akrabnya.
Seperti yang disebutkan Fitri, rumah batik memang digadang-gadang akan menjadi wisata edukasi sekaligus gallery batik. Sebab dirumah batik ini, bisa digunakan untuk pelatihan, showroom batik, dan turunan batik. Serta telah disiapkan peralatan batik dan tenun untuk sarama pelatihan.
“Jadi tak hanya kain, produk batik dan turunannya, seperti tas dari batik, baju batik, dan semua yang ada kaitannya dengan batik, bisa dibuat sekaligus dipasarkan di Rumah Batik ini,” ungkap Fitri lagi.
“Sentra batik ini nantinya bisa digunakan untuk pelatihan hingga 300 peserta. Tapi sistemnya harus bergantian. Selain untuk menumbuhkan semangat bagi para pembatik lokal, dan mengembangkan usaha batiknya, sentra ini juga untuk menggali kecintaan generasi bangsa terhadap batik. (el/adv) Editor : Ronald Fernando