Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo Rahmadeta Antariksa mengatakan, revitalisasi taman baru separo jalan. Pelaksana baru membongkar paving lama yang akan diganti dengan paving baru. Lambatnya proyek senilai Rp 748 juta dari APBD 2022 ini bersifat kondisional.
Pasalnya, paving yang digunakan untuk empat ruang terbuka hijau (RTH) itu paving khusus. Pelaksana proyek, CV Safa Putih asal Kota Probolinggo harus memesan jenis paving ini dari Kota Surabaya. Ternyata mereka harus mengantre, karena pada saat bersamaan penyedia sedang banjir permintaan.
“Kebetulan saat pelaksana memesan paving ada event G-20 di Bali. Event ini juga menggunakan paving jenis khusus. Karena lebih mendesak, penyedia memenuhi permintaan G-20 dulu,” jelasnya.
Revitalisasi taman fokus pada pavingisasi. Teknis pavingisasi di setiap RTH sama. Namun, jenis paving yang digunakan berbeda. Agar lebih bervariatif. RTH Maramis, misalnya. Sisi utara dipaving dengan jenis clasico, sementara sisi selatan menggunakan jenis puzzle.
RTH Semeru menggunakan jenis puzzle di sisi utara. Sedangkan, RTH Supriadi menggunakan jenis X3 Block di bagian tepian secara berkeliling dan di bagian tengah antarpohon. Dan, RTH Kedopok menggunakan jenis X3 Block di areal sisi timur setelah pintu masuk taman.
“Paving jenis khusus ini harus pesan di Kota Surabaya. Saat ini pavingnya sudah datang. Tinggal pemasangannya saja. Insyaallah bisa rampung tepat waktu,” kata Deta. Proyek ini harus rampung bulan ini.
Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Kota Probolinggo Agus Riyanto mengatakan, sejauh ini proyek revitalisasi taman ini memang baru separo jalan. Namun, tidak masalah. Ia mengaku optimistis akan rampung tepat waktu.
Menurutnya, yang perlu dipastikan ketersediaan paving harus dipastikan ada dalam pekan ini. “Sebab, kan juga harus menunggu umur paving. Minimal itu 20 hari. Asalkan, paving sudah tersedia, saya kira tidak jadi masalah untuk pengerjaannya,” ujarnya. (riz/rud) Editor : Muhammad Fahmi