Hanya saja Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Bromo meminta kepada wisatawan untuk tidak mendekati kawah. Dengan radius minimal 1 kilometer.
Petugas PVMBG Budi Purwanto menerangkan erupsi Semeru memang menimbulkan tremor. Namun tremor 0,5 - 1 mm, dominan 0,5 mm. Sehingga gempa akibat dampak Gunung Semeru tak mempengaruhi Bromo. Meski tak berpengaruh, namun untuk getaran gempa akibat erupsi Gunung Semeru terekam di alat seismograf, karena alat ini tertanam di bawah tanah.
"Karena dapur magma Gunung Bromo dan Gunung Semeru berbeda. Sehingga saat Gunung Semeru erupsi, tidak mempengaruhi aktivitas Gunung Bromo. Selain itu, untuk abu erupsi Gunung Semeru juga tidak terdeteksi sampai di daerah Bromo," ujarnya.
Meski tidak berpengaruh, rekomendasi petugas kepada wisatawan tetap. Yakni dilarang mendekati kawah atau jarak aman sejauh 1 km. Status Gunung Bromo saat ini masih berada di level waspada.
"Untuk asap yang keluar dari kawah Gunung Bromo berwarna putih tebal, salah satu akibatnya karena banyaknya uap air. Namun yang jelas, Bromo tidak berpengaruh terhadap terjadinya erupsi Gunung Semeru," imbuhnya.
Untuk wisatawan Bromo pun tak ada perubahan sama sekali. Sebab tidak ada penutupan area kawasan, setelah Semeru erupsi.
“Sejauh ini belum ada larangan berkunjung ke gunung Bromo atau penutupan untuk wisatawan. Dengan demikian, maka untuk wisatawan tetap masih bisa berkunjung. Dengan catatan memenuhi aturan,” tandasnya. (rpd/fun) Editor : Jawanto Arifin