Sejumlah tempat sampah juga kurang terawat. Seperti di Jalan Soekarno Hatta depan Taman Manula Kota Probolinggo. Alih-alih digunakan sesuai peruntukannya, tempat sampah ini juga banyak coretan. Catnya juga sudah kusam.
Kepala DLH Kota Probolinggo Rahmadeta Antariksa mengatakan, tempat sampah di pinggir jalan tidak lagi berfungsi. Pihaknya sering menemukan sampah rumah tangga diletakkan di bawah tempat sampah. Kemungkinan ini ulah warga yang melintas.
Karena itu, pihaknya berencana menata ulang keberadaan tempat sampah ini. Apalagi selama ini lokasinya berada di trotoar yang digunakan untuk pejalan kaki, sehingga jarang masyarakat memfungsikannya.
Apalagi, Pemkot berencana menata ulang trotoar. Sangat dimungkinkan tempat sampah pinggir jalan ini bisa dihilangkan jika diperlukan. Deta mengaku akan melihat dulu terkait kebutuhan.
“Di setiap rumah sudah ada tempat sampah. Seluruh fasilitas publik juga tersedia. Sementara yang sering melintas di trotoar kan pejalan kaki. Makanya pemfungsiannya perlu di tata ulang,” ujarnya.
Anggota Komisi III DPRD Kota Probolinggo Heri Poniman mengatakan, program dari pemerintah dengan ditaruh tempat sampah di pinggir jalan adalah program bagus. Tetapi, juga perlu dukungan masyarakat dalam buang sampah pada tempatnya, sehingga akan selaras dengan yang diinginkan pemerintah dan masyarakat.
“Sebetulnya dari awal, program penempatan bak sampah pasti sudah ada kajian sebelumnya. Mudah-mudahan dengan adanya perda sampah nanti, bisa meminimalisir pembuangan sampah yang tidak pada tempatnya,” harapnya. (riz/rud) Editor : Jawanto Arifin