------------------------------------------------------------------------------------------------------
JUMLAH siswa MI Muhammadiyah I Kota Probolinggo sempat pasang surut. Pada 2001, peserta didiknya hanya 90 orang, bahkan siswa kelas I tersisa seorang anak.
Para guru madrasah yang kini menjadi nomine Anugerah Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) Award 2022, terus berusaha berjuang. Berusaha menjadi lebih baik untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat. Kini, lembaga pendidikan yang berada di tengah Kota Probolinggo ini memiliki 970 siswa dengan 64 guru.
Sejumlah program unggulan MI Muhammadiyah menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk menyekolahkan anaknya. Pihak madrasah juga melibatkan masyarakat (wali murid) sebagai komite dalam semua program sekolah. Semua kegiatannya selalu mendapatkan persetujuan dari paguyuban.
“Di samping komite, ada paguyuban (wali murid) setiap kelasnya dan miliki koordinator paguyuban tiap tingkat kelas. Setiap paguyuban memiliki program sendiri, sehingga sama-sama bersaing memajukan kelas masing-masing,” ujar Kepala MI Muhammadiyah 1 Kota Probolinggo Hanafi.
Grafik jumlah siswa pun terus naik. Dari yang jumlahnya hanya 90 anak pada 2001, setiap tahun terus bertambah. Kini, sudah miliki 970 siswa. Jumlah guru juga terus ditambah. Kini, tercatat ada 64 orang.
“Setiap tahun kami menambah tenaga pendidik. Kami seleksi. Seleksinya benar-benar profesional. Kami kerja sama dengan tim psikolog dari Surabaya,” terangnya.
Bertambahnya peserta didik, kata Hanafi, tidak hanya diimbangi dengan tenaga pendidik. Pihaknya juga berusaha menambah fasilitas. Salah satunya membangun gedung baru.
“Fasilitas gedung memang setiap tahun terus ditambah. Tahun ini kami siapkan untuk lantai dua, sehingga tahun depan bisa menambah satu kelas lagi. Animo masyarakat, Alhamdulillah semakin naik. Peminat yang ingin masuk ke MI Muhammadiyah semakin tinggi,” jelasnya. (mas/rud) Editor : Ronald Fernando