Episenter terletak pada koordinat 7.81 LS dan 113.59 BT,. Atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 14 km Timur Laut Kabupaten Probolinggo-Jatim pada kedalaman 6 km.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal. Akibat aktivitas Sesar Probolinggo,” ujar Kepala Stasiun Geofisika Pasuruan, Rully Oktavia Hermawan dalam rilis resminya.
Rully menjelaskan, dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di wilayah Paiton, Pakuniran, Kotanyar, Kabupaten Probolinggo dan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo. Dengan Skala Intensitas II-III MMI. Getaran itu dirasakan oleh beberapa orang. Benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Hingga pukul 18:31, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.
BMKG pun mengimbau kepada warga agar tetap tenang. “Serta tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” beber Rully. (mie) Editor : Muhammad Fahmi