Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Usai Banjir, Dam Kelep Kademangan Dipenuhi Sampah

Jawanto Arifin • Selasa, 22 November 2022 | 18:42 WIB
BERSIH-BERSIH: Sejumlah petugas membersihkan Dam Kelep, di Kelurahan Pohsangit Kidul, Kecamatan Kademangan, yang sempat tersumbat sampah. (Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)
BERSIH-BERSIH: Sejumlah petugas membersihkan Dam Kelep, di Kelurahan Pohsangit Kidul, Kecamatan Kademangan, yang sempat tersumbat sampah. (Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)
KADEMANGAN, Radar Bromo - Banjir dampak meluapnya Sungai Kademangan, Kota Probolinggo, Minggu (20/11) sore, sudah surut. Tercatat ada 119 rumah yang terdampak. Syukur tak sampai ada yang rusak parah. Hanya tergenang air selama sekitar 3 jam.

Setelah banjir di Jalan Prof. Dr. Hamka, Kelurahan Pohsangit Kidul, surut, Pemkot Probolinggo langsung membersihkan sejumlah fasilitas umum. Terutama Dam Kelep yang dipenuhi sampah.

Senin (21/11), petugas gabungan dari tiga instansi diturunkan. Yakni, dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Probolinggo.

Mereka bersih-bersih di sekitar aliran dam. Menggunakan satu unit ekskavator dan 10 truk pengangkut sampah. Petugas sampai bolak-balik mengevakuasi sampah yang terdiri atas ranting pohon hingga barongan bambu. Seluruh sampah langsung diangkut ke tempat pemrosesan akhir (TPA) di Jalan Anggrek.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo mengatakan, pembersihan Dam Kelep merupakan upaya normalisasi fungsi dam oleh UPTD Wilayah Sungai Pekalen Provinsi Jawa Timur. Agar tidak terganggu dan menyebabkan banjir.

Apa sampah banjir akibat ulah warga yang membuang sampah ke sungai? Kata Sugito, kemungkinan ini pasti ada. Saat ini hulu sungai banyak ditanami pohon dan tanaman produktif yang akarnya tidak kuat. Karena itu, ketika debit air meningkat dan arusnya kencang, tanaman itu terbawa air.

“Bisa juga ulah warga yang buang sampah ke sungai. Semalam malah kami menemukan banyak pohon pisang, pohon sengon, hingga barongan bambu di aliran ini. Akibatnya, Dam Kelep tersumbat,” jelasnya.



Proses inventarisasi kerugian materi yang dialami warga masih terus dilakukan. Sampai kemarin, terdata ada 119 kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir. Mereka tersebar di tiga kelurahan.

Di antaranya, 95 KK di RT 1/RW 2 Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kedopok; 5 KK di RT 1/RW 3 dan 13 KK di RT 2/RW 3 Kelurahan Pohsangit Kidul, Kecamatan Kademangan. “Serta, 6 KK di RT 3/RW 4 Kelurahan/Kecamatan Kademangan,” jelasnya.

Kepala DLH Kota Probolinggo Rahmadeta Antariksa mengatakan, DLH merupakan bagian dari tim penanggulangan bencana. Dalam kejadian ini, pihaknya menyediakan armada pengangkutan sampah. “Ada 10 truk yang bolak balik mengangkut sampah sejak minggu malam menuju TPA,” katanya.

Salah seorang warga Kelurahan Pohsangit Kidul, Kecamatan Kademangan, Ilham mengatakan, banjir Minggu petang merupakan yang kali pertama. Pihaknya berharap kejadian serupa tidak terulang lagi. “Semoga aliran Sungai Kademangan tidak sampai tersumbat lagi karena sampah,” ujarnya.

Diketahui, Minggu petang Sungai Kademangan meluap. Hal ini dipicu tersumbatnya Dam Kelep. Air meluber ke permukiman. Termasuk ke Jalan Prof. Dr. Hamka, yang merupakan jalan nasional. Akibatnya, arus lalu lintas sempat dialihkan ke jalur tengah kota. (riz/rud) Editor : Jawanto Arifin
#banjir kademangan #banjir kota probolinggo