Stiker “segel” itu ditempel di pintu depan gedung tempat karaoke. “Tindakan ini kami ambil karena ternyata pihak pengelola dengan sengaja tidak mengindahkan penyegelan yang telah kami lakukan sebelumnya. Dari pantauan kami dan laporan masyarakat, pengelola tetap beraktivitas. Bahkan hal itu dibeberkan kepada masyarakat melalui media sosial, sehingga menjadi konsumsi publik,” ujar Kepala Satpol PP Kota Probolinggo, Aman Suryaman.
Jika sebelumnya yang disegel akses melalui dalam hotel, sekarang yang disegel tembok dan pintu masuk tempat karaoke. Penempelan stiker segel disaksikan pihak manajemen hotel.
“Sekarang kami segel pintu masuk dari depan tempat karaoke itu. Supaya tidak ada lagi ada aktivitas di dalam ruangan yang telah disegel tersebut,” ujarnya.
Pengelola tempat karaoke itu, kata Aman, dianggap telah melanggar Perda Nomor 6/2021 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum; Perda Nomor 9/2015 tentang Penataan, Pengawasan, dan Pengelolaan Usaha Tempat Hiburan; dan Perda Nomor 3/2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Peredaran Minuman Beralkohol. “Jelas, usaha itu melanggar peraturan daerah. Bahkan, belum mengantongi izin untuk usaha tersebut,” jelasnya.
https://radarbromo.jawapos.com/daerah/probolinggo/02/11/2022/segel-karaoke-di-hotel-tak-berizin-wali-kota-probolinggo-sempat-adu-mulut/
Diketahui sebelumnya, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin memimpin langsung penyegelan tempat Karaoke 88, pada 1 November 2022. Saat itu, operasi terpadu penertiban penegakan perda ini melibatkan Satpol PP dan TNI/Polri. Serta, sejumlah organisasi keagamaan, seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), dan PD Muhammadiyah.
Namun, usai penyegelan pertama, dalam rilisnya, Kuasa Hukum dari Karaoke 88 Fariji memastikan, Karaoke 88 masih buka dan beroperasi. Bahkan, tamunya semakin banyak. “Boleh dicek,” begitu tulisnya.
Dalam penyegelan pertama, menurutnya yang disegel Satpol PP pintu akses menuju dapur. Bukan pintu utama. “Karena penyegelan tersebut dilakukan dengan cara-cara nonprosedural, tentu mendapat perlawanan dari kami. Mungkin karena malu, gagal menyegel, akhirnya yang disegel adalah pintu yang menuju ke dapur,” lanjutnya. (mas/rud)
Editor : Muhammad Fahmi