Dari data yang dimiliki oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo, ada 121.939 penduduk yang bekerja pada 2021. Ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 119.345.
Dari jumlah ini, 79.566 orang di antaranya memilih bekerja di sektor jasa. Sementara 33.084 orang bekerja di sektor manufaktur. Dan sisanya sebanyak 9.289 orang memilih menekuni pertanian.
Bahkan, mereka yang bekerja di sektor jasa meningkat cukup banyak dari tahun 2020 yang hanya 76.373 orang atau naik 3.193 orang. Sementara manufaktur naik 1.102 orang dari 2020 yang hanya 32.072 orang.
“Kalau sektor pertanian, justru berkurang. Pada 2020, ada 10.900 orang memilih bertani, tapi 2021 turun jadi 9.289 orang. Ini wajar karena pertanian kurang diminati di perkotaan,” ungkap Kepala BPS Kota Probolinggo, Heri Sulistio.
Heri menjelaskan kondisi ini sangat wajar. Pasalnya, sektor jasa menyediakan lapangan kerja yang luas, mulai dari jasa perusahaan, transportasi, hingga akomodasi. Selain itu, lapangan kerja ini tidak membutuhkan skill yang khusus.
Ini berbeda dengan sektor manufaktur di mana lapangan yang tersedia lebih terbatas. Selain itu tidak setiap orang mampu bekerja sektor yang meliputi industri tekstil, baja atau pengalengan makanan dan minuman (mamin) ini.
“Kalau jasa misalnya ojek atau angkutan umum, hampir semua orang mampu melakukannya dan lapangan kerjanya pun luas. Kalau manufaktur butuh keahlian tertentu,” terang Heri. (riz/fun) Editor : Jawanto Arifin