DED-nya yang dibuat tahun ini nilainya Rp 150 juta. Kendati DED-nya sudah ada, namun untuk proses pembangunanya akan dilakukan pada tahun 2023.
“Meski DED-nya ada, tapi pembangunannya mundur ke 2023. Jadi nantinya akan bersamaan dengan pembangunan pasar wisata yang juga di lokasi tak jauh beda. Namun yang ngerjakan dari pusat melalui danan APBN,” kata Seperti yang diungkapkan Kepala Dinkop Probolinggo Anung Widiarto. Menurutnya, Senin (24/10) siang
Nantinya, pemkab akan merencanakan pembangunan pasar tematik dengan anggaran dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2023 sebanyak Rp 20 miliar. Pemkab tengah menyetujui DED-nya. Anggaran DED yang diambilkan dari P-APBD tahun 2022 disetujui sebesar Rp 150 juta.
Dengan demikian, ketika DED-nya sudah rampung diharapkan proses pembangunan pasar tematiknya juga berjalan dengan lancar. Sehingga menjadi pasar tematik kedua setelah paiton.
Diinfokan sebelumnya, wisata Bromo menjadi prioritas pembangunan kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN). Dengan rencana pengembangan dari pemerintah pusat, Pemkab Probolinggo mengajukan pembangunan pasar tradisional Sukapura untuk dijadikan pasar pariwisata. Rencana itu mendapat respons baik dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). (rpd/fun) Editor : Jawanto Arifin