Sampai Senin (10/10), pengerjaan rumah sakit mencapai 60 persen. Tidak hanya konstruksi gedung yang sudah selesai. Kaca-kaca dinding pada gedung berlantai lima itu sebagian besar juga terpasang. Sehingga bentuk gedung yang dilapisi dinding kaca tersebut sudah terlihat lebih utuh.
Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin mengatakan, pembangunan RS Ar-Rozi itu akan menjadi awal untuk menumbuhkan perekonomian warga di wilayah selatan. Dengan tumbuhnya pembangunan, maka pertumbuhan ekonomi pun akan mengikuti.
Untuk itu, pihaknya berupaya agar pembangunan rumah sakit tersebut bisa rampung tahun ini dan diresmikan pertengahan 2023. ”Pengerjaan terus dikebut dan progres terus meningkat. Sekarang kaca-kaca gedung sudah dipasang,” katanya.
Kepala Dinas PUPR-Perkim Kota Probolinggo Setiorini Sayekti menjelaskan, pembangunan rumah sakit baru itu terus dikebut. Agar bisa selesai tepat waktu pada 28 Desember. Saat ini menurutnya, progres pengerjaannya sudah mencapai 60 persen. Sesuai kontrak pengerjaan, pembangunan RS Ar-Rozi itu harus rampung sebelum akhir tahun 2022.
”Alhamdulillah, progresnnya sudah mencapai 60 persen. Kami terus pantau dan minta pada pelaksana untuk mengebut pengerjaannya. Supaya selesai sebelum akhir tahun 2022,” katanya.
Rini -sapaan akrabnya- mengakui, realisasi capaian pengerjaan pembangunan rumah sakit itu sedikit terlambat dibanding target perencanaan. Untuk itu, pihaknya terus memantau dan minta pada pelaksana untuk mengejar keterlambatan.
Memang, keterlambatan itu tidak terlalu besar. Namun, pihaknya ingin pengerjaan dapat rampung sesuai target.
”Kami optimis pengerjaan pembangunan rumah sakit itu selesai tepat waktu. Sekarang sudah hampir rampung pemasangan kaca-kaca gedung itu. Selanjutnya, proses pengerjaan lantai dan finishing dindingnya,” ungkapnya. (mas/hn) Editor : Jawanto Arifin