Malam puncak Milad ke-17 Majelis Taklim dan Salawat Syubbanul Muslimin, Pondok Pesantren Nurul Qodim, Desa Kalikajar Kulon, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, meriah. Sekitar 20 puluh ribu jamaah dari berbagai daerah hadir. Termasuk sekitar 3 ribu Syubban Lovers Nusantara (fans Syubbanul Muslimin) yang datang karena cinta.
Syubban Lovers ini berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur dan luar daerah. Di antaranya Syubban Lovers Jogjakarta, Wonogiri, Cilacap, Cikarang, Bekasi. Juga ada yang dari Magelang, Purbalingga, Klaten, hingga Syubban Lovers dari luar Jawa. Di antaranya Syubban Lovers Papua dan Flores yang datang sejak tiga hari sebelum acara puncak digelar.
Tahun ini, malam puncak Milad Majelis Taklim dan Salawat Syubbanul Muslimin terasa isitimewa. Sebab, sejumlah pejabat nasional hingga daerah hadir. Ada Kapolri Jederal Listyo Sigit Prabowo bersama pejabat utama Polri. Termasuk Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta.
Dalam acara itu, Kapolri juga memberikan door prize berupa 5 unit motor, 10 unit sepeda gunung, hingga 10 laptop kepada santri dan Syubban Lovers Nusantara.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam sambutannya meminta untuk selalu menjaga ideologi Pancasila. Khususnya kepada para generasi muda. Sebab, berbagai tantangan dan cobaan terhadap Pancasila selalu muncul.
“Oleh karena itu, saya titip kepada generasi muda ini. Mari kita jaga ideologi pancasila dengan baik dan penuh semangat,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, keberhasilan program vaksinasi Covid-19 juga tidak lepas dari kerja keras umara dan ulama. Serta dukungan pesantren, pengasuh, dan santrinya. Seiring hal tersebut, kegiatan dan aktivitas bisa normal kembali. Perekonomian juga mulai tumbuh.
“Beberapa waktu lalu, Indonesia dinobatkan sebagai negara nomor satu se-Asia Tenggara untuk capaian vaksinasi yang tinggi. Ini berkat kerja sama dan kerja keras kita semua,” katanya.
Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa yang juga jadir dalam sambutannya juga mendoakan pengasuh Ponpes Nurul Qodim KH. Hasan Abdul Jalal beserta keluarga dan Majelis Taklim dan Salawat Syubbanul Muslimim. Agar mereka semua diberi kesehatan dan dijaga oleh Allah SWT. Ia juga mengajak semua jamaah yang hadir membaca Salawat Tibbil Qulub.
“Semoga beliau-beliau semua diberikan kesehatan dan dijaga oleh Allah SWT. Sehingga bisa mengawal kita semua untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Dan semoga semua yang hadir malam ini diberi kesehatan lahir dan batin,” katanya.
Sementara itu, Gus Miftah yang hadir memberikan ceramah agama mengaku sangat terkesan dengan perjuangan Majelis Taklim dan Salawat Syubbanul Muslimin. Apalagi hingga di usianya yang memasuki 17 tahun tetap istiqamah dan peduli kepada jamaahnya. Khususnya para anak muda. Ia juga mengisi ceramahnya dengan gayanya yang khas hingga pantun.
“Harapan saya, semuanya yang hadir bisa istiqamah salawatan dalam wadah Syubbanul Muslimin ini. Selain itu, Syubbanul Muslimin semakin menasional. Termasuk, nantinya artis-artis juga bisa salawatan bareng dengan Syubbanul Muslimin,” katanya.
Ketua Yayasan Ponpes Nurul Qodim KH. Abdul Hadi Noer berharap, Majelis Taklim dan Salawat Syubbanul Muslimin yang kini berusia 17 tahun semakin berkembang dan diberkahi Allah SWT. Kehadirannya, juga bisa membawa manfaat di tengah-tengah masyarakat.
“Mohon doanya, Ponpes Nurul Qadim dan majelis ini bisa memberikan ilmu yang bermanfaat dan barokah. Para santrinya, diberi kekuatan oleh Allah SWT. Dan semua yang hadir malam ini diberi kesehatan, ilmu yang bermanfaat, dan rezeki yang barokah,” katanya.
Gus Hadi –panggilannya-, juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran para pejabat, tokoh agama, tokoh masyarakat, jamaah, hingga Syubban Lovers. “Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran acara ini. Semoga semuanya dibalas oleh Allah SWT,” katanya.
Dewasa dalam Berkarya untuk Indonesia Emas
Khodimul Majelis Taklim dan Salawat Syubbanul Muslimin Gus H. Hafidzul Hakiem Noer mengatakan, tahun ini Milad majelis yang dipimpinnya itu mengambil tema “Dewasa dalam Berkarya, untuk Indonesia Emas”. “Artinya di usia 17 tahun ini, kami semakin dewasa dalam berkarya. Harapannya, bisa lebih cerah untuk menuju Indonesia emas,” katanya.
Menurutnya, di usianya yang semakin dewasa, Majelis Taklim dan Salawat Syubbanul Muslimin akan terus istiqamah membumikan salawat dan mensalawatkan masyarakat. Sesuai dengan tagline “Istiqamah tanpa Batas, Semua karena Cinta”. Apalagi majelis ini didirikan juga untuk mewarnai anak muda dengan kegiatan yang positif dan salawatan.
“Awal berdiri sekitar tahun 2005, jamaah kami sebanyak 40 orang yang merupakan pemuda desa dari sekitar ponpes. Alhamdulillah, terus berkembang. Hingga saat ini jamaah kami mencapai puluhan ribu dari berbagai daerah di Indonesia. Setiap Milad mereka hadir langsung,” katanya.
Selain rutin menggelar salawatan hingga ke luar daerah, Majelis Taklim dan Salawat Syubbanul Muslimin yang berada di naungan Ponpes Nurul Qodim juga sering menggelar salawatan di luar negeri. Di antaranya China, Hongkong, Taiwan. “Serta Malaysia, Singapura, dan negara lainnya,” ungkapnya.
Layaknya grup musik terkenal, Majelis Taklim dan Salawat Syubbanul Muslimin juga memiliki fans fanatik. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan mayoritas muda-mudi. Namanya Syubban Lovers Nusantara. Dalam Milad kemarin, mereka hadir. Termasuk menggelar Munas Syubban Lovers yang kelima.
“Ada sekitar tiga ribu Syubban Lovers yang hadir langsung. Syubban Lovers ini memiliki 155 cabang kota dan kabupaten se-Indonesia. Lengkap dengan pengurusnya,” katanya.
Di sisi lain, Ponpes Nurul Qodim juga terus berkembang. Selain jumlah santri yang saat ini mencapai sekitar 4 ribu, Ponpes Nurul Qodim juga telah membuka Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Qodim (STAINQ).
“Ini untuk mencerdaskan anak bangsa dan memajukan pesantren Nurul Qodim,” pungkasnya. (uno/*)