Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ulama Libanon Minta Perkuat Akidah Ahlussunnah Waljamaah

Jawanto Arifin • Minggu, 25 September 2022 | 18:25 WIB
SILATURAHMI: Syekh Fadi Fuad Alamuddin (tengah) ketika bersilaturahmi di rumah Ketua MUI Kota Probolinggo, K.H. Nizar Irsyad, Jumat (23/9). (Fahrizal Firmani/Radar Bromo)
SILATURAHMI: Syekh Fadi Fuad Alamuddin (tengah) ketika bersilaturahmi di rumah Ketua MUI Kota Probolinggo, K.H. Nizar Irsyad, Jumat (23/9). (Fahrizal Firmani/Radar Bromo)
KEDOPOK, Radar Bromo - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo, kedatangan tamu istimewa. Seorang ulama asal Libanon, Syeikh Fadi Fuad Alamuddin. Jumat (23/9) malam, ia berkunjung ke rumah Ketua MUI Kota Probolinggo, K.H. Nizar Irsyad.

Dalam kesempatan itu, ulama kelahiran Beirut, ini berpesan kepada MUI untuk menjaga akidah ahlussunnah waljamaah. Di rumah Kiai Nizar, Syekh Fadi juga ditemui sejumlah pengurus MUI Kota Probolinggo.

Selama dua jam mulai pukul 21.00, ia banyak menceritakan tenyang kondisi muslim berakidah ahlussunnah waljamaah di Libanon yang terpecah belah. Ia mengaku tidak ingin kondisi serupa terjadi di Indonesia.

Menurutnya, mayoritas muslim Libanon berakidah ahlussunnah waljamaah yang menganut paham Asy'ariah. Seperti Islam di Indonesia, mereka juga memperingati Maulid Nabi dan bertawassul melalui Nabi, Rasul, dan orang-orang saleh. Tapi, ada pula yang berpaham menyimpang.

Bahkan, ada kelompok durzi. Mereka membaca syahadat, tapi syahadatnya berbeda dengan ahlussunnah. Kalimat lailahailallah ditujukan untuk tokoh mereka Al Hakim bin Amrillah dan muhammadar rasulullah dimaksudkan kepada sosok pendiri mereka Muhammad Al Darozi.

“Ahlussunnah di Libanon, seperti terpecah belah. Mereka seperti anak yatim. Syiah, Kristen, Wahabi, dan Durzi ini di-back up kaum nasrani barat. Sementara, ahlus sunnah tidak ada yang mengurusi dan lemah,” jelasnya.



Mayoritas muslim di Indonesia berpaham ahlussunnah waljamaah seperti muslim di Libanon. Ia meminta agar akidah yang kuat dan mayoritas ini bisa dijaga. Tidak dirusak oleh kelompok di luar ahlus sunnah.

“Kami siap bekerja sama untuk mempertahankan akidah ahlussunnah pada umat Islam di Indonesia melalui seminar. Adakan saja seminar, saya siap menjadi pemateri terkait ahlussunnah,” ujar Syekh Fadi.

Kiai Nizar mengaku sangat senang dengan silaturahmi Syeikh Fadi. Ia pun berharap para ulama dan kiai di Indonesia, terus menjaga kemurnian ajaran ahlussunnah.

“MUI akan memberikan pelajaran pada generasi muda untuk menguatkan akidah dan akhlak ahlussunnah. Sebab, jika lalai bukan tidak mungkin muslim di Indonesia akan mengalami hal yang sama seperti di Libanon,” ujarnya. (riz/rud) Editor : Jawanto Arifin
#syeikh fadi #ulama libanon #mui kota probolinggo