Humas Lapas Kelas IIB Probolinggo Wahyu mengatakan, Lapas Kelas IIB Probolinggo kini dihuni 730 warga binaan. Dari jumlah itu, 574 di antaranya sudah divaksin. Sisanya belum pernah divaksin sama sekali. Rata-rata, warga binaan yang belum divaksin merupakan pindahan dari lapas luar Kota Probolinggo.
Meski kasus Covid sudah melandai, namun aturan tatap muka hanya dilakukan bagi warga binaan yang sudah divaksin. Yang belum, tidak diizinkan. Tetapi, keluarga bisa berkomunikasi secara online dengan layanan Sistem Informasi Penitipan Barang (Sitina).
“Kalau belum vaksin ya tidak bisa tatap muka. Tapi, bisa memanfaatkan layanan Sitina. Aturannya belum berubah, meski Covid sudah landai,” ujarnya.
Setiap hari, saat kunjungan keluarga pada Selasa dan Kamis, rata-rata lapas menerima 120 orang pengunjung. Namun, paling banyak untuk menitipkan barang. Ada juga yang harus menggunakan layanan Sitina, karena belum vaksin.
Ia mengatakan, warga binaan yang belum divaksin, sejauh ini belum bisa divaksin. Karena banyak yang tidak memiliki kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK). Wahyu mengaku sudah menyampaikan masalah ini kepada keluarga warga binaan.
“Cuma yang datang ini hanya beberapa. Sisanya tidak didatangi keluarga, karena memang jauh. Ini banyak yang pindahan dari Rutan Surabaya dan lainnya,” ujarnya. (riz/rud) Editor : Ronald Fernando