Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Anjing Ajak Bromo Masih Ada, TNBTS: Warga-Wisatawan Jangan Mengganggunya

Jawanto Arifin • Rabu, 7 September 2022 | 17:40 WIB
MASIH ADA: Jejak di Lautan Pasir Bromo yang diperkirakan ajak atau anjing hutan. (Foto: Istimewa)
MASIH ADA: Jejak di Lautan Pasir Bromo yang diperkirakan ajak atau anjing hutan. (Foto: Istimewa)
SUKAPURA, Radar Bromo - Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Bromo (TNBTS) yang menjadi kawasan konservasi, menyimpan banyak pesona. Lokasi yang menjadi wisata internasional ini bahkan masih ditemui satwa asli yang keberadaannya kian berkurang. Salah satunya ajak, anjing hutan yang dahulu banyak ditemui di kawasan ini.

Belum lama ini, ada pemandu wisatawan Gunung Bromo yang menemukan jejak yang diduga ajak. Hewan endemik yang keberadaannya jarang ditemui ini ditemukan Jumat (2/9) pagi di Lautan Pasir (TNBTS). Dengan temuan ini, wisatawan pun diimbau tidak mengganggu apabila melihat hewan ini.

Salah satu pemandu wisata, Cornellius Onggat Gipze, yang saat itu sedang mendampingi wisatawan mengaku, menemukan jejak kaki ajak di dekat bibir kawah Gunung Bromo. “Setiap saya mengantar tamu, saya selalu melihat jejak-jejak. Kebetulan saat itu ditemukan jejak ajak. Selain itu, jika dilihat dari jejaknya, ajak atau anjing hutan ini berjumlah dua ekor, satu berukuran besar dan satu lagi berukuran kecil,” katanya.

Menurut informasi yang ia dapat, pada tahun 1990-an, ajak ini kerap terlihat berkelompok. Bahkan dahulu masih terlihat di Lautan Pasir Bromo untuk mencari makan. Namun, setelah banyaknya kendaraan jip yang keluar-masuk, keberadaan ajak ini sudah jarang terlihat.

Saat ini, ajak jarang sekali terlihat. Bahkan masyarakat setempat sekalipun. Apalagi wisatawan. Diperkirakan anjing-anjing hutan itu bersembunyi atau hanya berkeliaran di daerah hutan.

Dengan adanya temuan ini, ke depan bisa menjadi perhatian TNBTS untuk menjaga kelestariannya, termasuk hewan endemik lainnya yang hidup di Gunung Bromo.



Terpisah, Kepala Sub Bagian Data, Evaluasi, dan Humas Balai Besar TNBTS, Syarif Hidayat mengatakan, anjing hutan atau bahasa latinnya Cuon Alpinus ini memang habitatnya di hutan di kawasan TNBTS. Kemunculannya sering dilaporkan.

“Meskipun menjadi habitat anjing hutan, namun yang sudah dilakukan pemantauan populasinya baru elang jawa, macan tutul, dan lutung jawa,” katanya.

Syarif menyebutkan, kendati jarang ditemui, ia meminta untuk wisatawan, maupun warga sekitar agar tidak mengganggunya. “Kami berharap bagi wisatawan dan warga jika melihat hewan ini (ajak) dan hewan lainnya untuk tidak mengganggunya,” kata Syarif. (rpd/fun) Editor : Jawanto Arifin
#anjing ajak #gunung bromo #satwa langka #tnbts