Dari 70 kontingen, banyak kontingen yang cukup menarik perhatian masyarakat. Salah satunya kontingen Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran. Dengan menampilkan kesenian lokal berupa Daul Walisongo Kalimosodo yang berarti Raja Olengnya Probolinggo.
Kelurahan Curahgrinting melibatkan 80 personel. Mereka para pelaku kesenian, Ketua RW-RT, kader PKK, ibu-ibu Darwis, dan warga Kelurahan Curahgrinting. Semuanya bergaya Sakera dan Marlena Curahgrinting.
Selain menampilkan kesenian Kalimosodo, Kelurahan Curahgrinting mendapat kesempatan mengisi tampilan ketika praacara. Sebelum pawai dilepas oleh Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Arifin, S.Pd., M.M., M.HP. Kelurahan Curahgrinting menampilkan Tari Tabu Lesung Roro Jonggrang.
Tarian yang dibawakan oleh sejumlah nenek ini mengisahkan keluwesan dan kelembutan seorang wanita, namun tangguh dalam menghadapi segala hal. Seperti tagline HadiPro ke-663 Tahun 2022, Mewujudkan Masyarakat Kota Probolinggo yang Hebat dan Handal.
Makna yang ingin disampaikan Kelurahan Curahgrinting melalui pawai budaya ini adalah semangat kemerdekaan menjadikan kekuatan bangsa dalam kebinekaan. “Alhamdulillah, semuanya antusias. Warga Curahgrinting begitu kompak mengikuti pawai budaya kali ini,” ujar Lurah Curahgrinting Gilang. (el/adv) Editor : Ronald Fernando