Warga Jalan Gubernur Suryo, Kelurahan/Kecamatan Kanigaran Raziq Akhmad, 31, mengaku sering berkunjung ke Taman Maramis. Lokasinya berdekatan dengan rumah dan nyaman untuk bersantai.
Karena itu, ia kerap pergi ke sana dengan berjalan kaki. Lahan parkir di areal taman sebenarnya sudah bagus. Namun, saat petang sering macet, karena ada odong-odong dan pemilik jasa kuda yang melintas.
“Makanya lebih nyaman dengan jalan kaki. Saya menghindari macetnya. Daripada kesulitan parkir. Karena memang sering macet kalau petang apalagi saat akhir pekan,” ujarnya.
Anggota Komisi III DPRD Kota Probolinggo Heri Poniman mengatakan, Pemkot harus memikirkan solusi terkait parkir di Taman Maramis. Karena, saat akhir pekan kendaraan yang parkir di sekitar taman sering semrawut.
“Taman ini jadi jujukan masyarakat Kota Probolinggo, karena lokasinya strategis dan memang ramai pedagang kaki lima (PKL). Cuma kalau ramai, parkir kendaraan itu sulit,” ujar politisi dari Fraksi Gerindra ini.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo Rahmadeta Antariksa mengaku sedang melakukan perencanaan terkait parkir di Taman Maramis. Nantinya akan ada fasilitas jogging track dari Gladak Serang (Glaser) sampai Taman Maramis.
Penataan parkir akan menjadi satu dengan pembuatan Jalur Glaser-Maramis. Pengerjaannya akan dilakukan sepenuhnya oleh Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) tahun ini.
“Penataan parkir kendaraan di Taman Maramis, biar parkir jadi lebih rapi. Penataannya dilakukan bersamaan dengan pembuatan Jalur Glaser-Maramis,” ujarnya. (riz/rud) Editor : Jawanto Arifin