Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ribuan Warga Lihat Pawai Budaya, Jalan Macet Total

Jawanto Arifin • Minggu, 4 September 2022 | 05:23 WIB
DUA TAHUN VAKUM: Salah satu dari puluhan penampilan peserta Pawai Budaya memperingati HadiPro ke-663, Sabtu (3/9). (Zainal Arifin/Radar Bromo)
DUA TAHUN VAKUM: Salah satu dari puluhan penampilan peserta Pawai Budaya memperingati HadiPro ke-663, Sabtu (3/9). (Zainal Arifin/Radar Bromo)
KANIGARAN, Radar Bromo - Pawai budaya memperingati hari jadi ke-663 Kota Probolinggo (HadiPro) digelar, Sabtu (3/9). Pawai budaya digelar lagi setelah dua tahun vakum karena pandemi Covid-19. Ribuan warga kota pun antusias menyaksikan pawai. Alhasil, jalan-jalan utama kota macet total. Bahkan, sampai malam.

Warga memadati sepanjang jalan di kota yang menjadi rute pawai budaya. Setidaknya, ada 69 peserta pawai yang memeriahkan rangkaian kegiatan HadiPro.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, sejak sebelum pukul 12, ribuan warga sudah berdatangan untuk dapat tempat paling depan melihat pawai. Mulai di Jalan Panglima Sudirman depan kantor Pemkot Probolinggo, Jalan dr. Soetomo sampai Alun-alun Kota Probolinggo.

Photo
Photo
MACET: Ribuan warga memenuhi lokasi sepanjang rute pawai. Jalan-jalan utama Kota Probolinggo pun macet. (Alif for Radar Bromo)

Terik matahari tidak melunturkan semangat warga untuk melihat pawai. Sebab, dua tahun kegiatan pawai budaya memang ditiadakan karena pandemi Covid-19.

Seluruh jalan yang dilewati pawai pun macet total. Bahkan, sejumlah ruas jalan di seputar jalan utama juga macet. Seperti Jalan Pahlawan, Jalan Cokroaminoto, dan Jalan Soekarno-Hatta ke arah barat.



Gusti, 14, warga Wiroborang, Kecamatan Mayangan misalnya, terjebak macet sejak siang. Dia berniat pulang ke rumahnya setelah melihat pawai.

Namun, hampir seluruh jalan yang coba dilaluinya macet. Alhasil, dia baru sampai di rumahnya Magrib. “Mulai siang berusaha pulang, semua jalan macet. Sampai rumah Magrib, langsung keluar lagi karena harus latihan. Ternyata tetap macet,” tuturnya, sekitar pukul 20.00.

Di sisi lain, pedagang yang berjualan di sepanjang jalan rute pawai budaya pun semringah. Dagangan mereka laris diserbu pembeli.

Linda Pratiwi, 25, warga Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran mengatakan, dirinya sengaja mengajak kedua anaknya untuk melihat pawai budaya. Karena, selama pandemi Covid-19, tidak ada hiburan yang bisa dinikmati.

Dia pun tidak menyangka pawai budaya itu ramai sekali. Warga yang datang untuk melihat juga penuh sesak. Sampai tidak ada celah untuk lewat.

”Acaranya ramai sekali, banyak yang nonton. Anak juga seneng liatnya, meski ramai desak-desakan,” ungkapnya.



Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin mengatakan, perayaan HadiPro ke-663 luar biasa meriah. Antusiasme warga terlibat saat menonton dalam pawai budaya.

“Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya. Tentunya kegiatan ini sangat luar biasa. Kalau kita lihat, memang ini yang pertama akbar di Kota Probolinggo. Apalagi, ini tidak ada support dari APBD. Hanya beberapa OPD (organisasi perangkat daerah) yang ada anggarannya,” ungkapnya. (mas/hn) Editor : Jawanto Arifin
#pawai budaya #hadipro 663 #karnaval #hari jadi kota probolinggo