Warga memadati sepanjang jalan di kota yang menjadi rute pawai budaya. Setidaknya, ada 69 peserta pawai yang memeriahkan rangkaian kegiatan HadiPro.
Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, sejak sebelum pukul 12, ribuan warga sudah berdatangan untuk dapat tempat paling depan melihat pawai. Mulai di Jalan Panglima Sudirman depan kantor Pemkot Probolinggo, Jalan dr. Soetomo sampai Alun-alun Kota Probolinggo.
Terik matahari tidak melunturkan semangat warga untuk melihat pawai. Sebab, dua tahun kegiatan pawai budaya memang ditiadakan karena pandemi Covid-19.
Seluruh jalan yang dilewati pawai pun macet total. Bahkan, sejumlah ruas jalan di seputar jalan utama juga macet. Seperti Jalan Pahlawan, Jalan Cokroaminoto, dan Jalan Soekarno-Hatta ke arah barat.
Gusti, 14, warga Wiroborang, Kecamatan Mayangan misalnya, terjebak macet sejak siang. Dia berniat pulang ke rumahnya setelah melihat pawai.
Namun, hampir seluruh jalan yang coba dilaluinya macet. Alhasil, dia baru sampai di rumahnya Magrib. “Mulai siang berusaha pulang, semua jalan macet. Sampai rumah Magrib, langsung keluar lagi karena harus latihan. Ternyata tetap macet,” tuturnya, sekitar pukul 20.00.
Di sisi lain, pedagang yang berjualan di sepanjang jalan rute pawai budaya pun semringah. Dagangan mereka laris diserbu pembeli.
Linda Pratiwi, 25, warga Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran mengatakan, dirinya sengaja mengajak kedua anaknya untuk melihat pawai budaya. Karena, selama pandemi Covid-19, tidak ada hiburan yang bisa dinikmati.
Dia pun tidak menyangka pawai budaya itu ramai sekali. Warga yang datang untuk melihat juga penuh sesak. Sampai tidak ada celah untuk lewat.
”Acaranya ramai sekali, banyak yang nonton. Anak juga seneng liatnya, meski ramai desak-desakan,” ungkapnya.
Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin mengatakan, perayaan HadiPro ke-663 luar biasa meriah. Antusiasme warga terlibat saat menonton dalam pawai budaya.
“Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya. Tentunya kegiatan ini sangat luar biasa. Kalau kita lihat, memang ini yang pertama akbar di Kota Probolinggo. Apalagi, ini tidak ada support dari APBD. Hanya beberapa OPD (organisasi perangkat daerah) yang ada anggarannya,” ungkapnya. (mas/hn) Editor : Jawanto Arifin