Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, antrean panjang biasa terjadi hampir di semua SPBU saat stok BBM subsidi datang. Akibatnya, stok BBM subsidi cepat habis, terutama BBM jenis solar.
Di sisi lain, saat stok habis, pengiriman BBM subsidi dari Pertamina belum datang. Akibatnya, terjadi kekosongan BBM subsidi.
Berbeda dengan SPBU yang menerapkan aplikasi MyPertamina atau barcode untuk pembelian BBM subsidi (solar). Tidak sampai terjadi antrean panjang, meski stok solar datang.
Sebab, kendaraan yang dapat mengisi solar hanya yang sudah terdaftar sebagai penerima BBM subsidi. Salah satunya mulai diberlakukan di SPBU Sukoharjo Kota Probolinggo.
Section Head Communication Patra Niaga Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) Arya Yusa Dwicandra menjelaskan, penyaluran BBM subsidi di setiap SPBU dibatasi kuota. SPBU sendiri harus menjaga kuota itu agar tidak kehabisan sebelum waktunya.
Kondisinya di lapangan, menurut dia, banyak SPBU yang sering kehabisan stok BBM subsidi. Sebab, penjualannya sudah melebihi kuota.
Bahkan, saat ini permintaan BBM subsidi naik hingga 14 persen dari kuota bulanan untuk Jawa Timur. Termasuk di Probolinggo.
”SPBU tidak boleh menyalurkan (BBM subsidi) di luar kota yang ditentukan. Karena setiap SPBU sudah dialokasikan kuota seperti surat yang saya lampirkan. Mereka harus menjaga kuota tersebut agar sesuai sampai akhir tahun 2022,” terangnya.
Sejauh ini, menurut Arya, permintaan BBM subsidi meningkat, seiring konsumsi yang naik. Sedangkan kuota BBM subsidi sudah ditentukan hingga akhir tahun.
Kuota BBM subsidi untuk Kabupaten Probolinggo mencapai 54.754 Kl dan Kota Probolinggo 29.834 Kl. ”BBM subsidi yang diatur kuotanya itu Solar dan Pertalite. Kalau tidak mau dibatasi kuota dan tidak antre, ya konsumen bisa beli yang nonsubsidi,” terangnya.
Saat ini, upaya untuk menekan konsumsi BBM subsidi dan menyalurkan tepat sasaran terus dilakukan pihaknya. Salah satunya, dengan menerapkan aplikasi MyPertamina melalui barcode untuk pembelian BBM subsidi. Dengan aplikasi ini, SPBU hanya melayani pembeli BBM subsidi bagi yang sudah terdaftar sebagai penerima BBM subsidi.
”Untuk menerapkan pembelian BBM subsidi melalui aplikasi atau barcode, belum ada kebijakan dari pemerintah maupun Pertamina. Jika ada SPBU yang menerapkan, hal itu merupakan kebijakan internal SPBU untuk uji coba,” jelasnya. (mas/hn) Editor : Ronald Fernando