Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Dua Siswi Tewas Tenggelam di Dam Paleran Kuripan

Muhammad Fahmi • Kamis, 4 Agustus 2022 | 01:08 WIB
TRAGEDI: Dam Paleran, Kuripan tempat korban tenggelam. Inset dua siswi berfoto sebelum tenggelam.
TRAGEDI: Dam Paleran, Kuripan tempat korban tenggelam. Inset dua siswi berfoto sebelum tenggelam.
KURIPAN, Radar Bromo - Agenda sejumlah pelajar di SMPN 2 Sukapura, Kabupaten Probolinggo bermain di dam Paleran, Desa Wringinanom, Kecamatan Kuripan berujung tragedi. Dua siswi tenggelam hingga akhirnya meregang nyawa.

Dua siswi itu tenggelam lantaran tak bisa berenang di dam yang dalam. Tragedi memilukan itu terjadi Rabu siang (3/8) sekitar pukul 13.00.

Dua korban meninggal adalah Ulf dan Int. Siang itu, bukan sejatinya bukan hanya dua pelajar yang bermain di dam. Ada lima siswi lain yang ikut bermain di dam.

Lokasi dam itu tidak jauh dari rumah Ulf. Sekitar 200 meter. Saat itu, 7 siswi yang tengah berkumpul secara tiba-tiba merencanakan untuk main dan mandi di sungai Dam Paleran.

“Awalnya tidak ada rencana untuk mandi di sungai itu. Pas di rumah Int, bicara mau ke sungai. Pas di sungai, Int yang mandi duluan dan ngajak lainnya. Kemudian, Ulf nyusul mandi. Tidak lama, pas tenggelam,” kata NW, teman korban yang ikut ke lokasi sungai Dam Paleran.

Keterangan serupa disampaikan Rudi Hartono, warga Desa Wringinanom. Ia mengatakan, dam Paleran memang biasa dijadikan tempat warga mencuci baju ataupun mandi.

Dam itu memang cukup dalam. Sehingga, sangat bahaya bagi yang tidak bisa berenang. ”Lokasi kejadian Dam Paleran itu, tidak jauh dengan rumah korban (ulf). Sekitar 200 meter jaraknya,” ujar Rudi.



Sementara itu, Kapolsek Kuripan Iptu Suhartono menjelaskan, sungai dam Paleran itu memiliki kedalaman hingga 2 meter lebih. ”Korban itu sudah diingatkan dan dilarang oleh warga yang tengah cuci-cuci di dam Paleran itu, supaya tidak mandi atau berenang. Tapi ternyata, tetap mandi sampai kejadian tenggelam,” katanya.

Perwira dengan tiga setrip di pundaknya itu mengaku, pihaknya masih menyelidiki penyebab dua siswi itu tenggelam. “Dugaan sementara, korban tenggelam karena tidak bisa atau mahir berenang,” terangnya. (mas/mie) Editor : Muhammad Fahmi
#tewas tenggelam #bocah tenggelam