Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pusat Daur Ulang Sampah Ungup-ungup Ditarget Rampung November

Jawanto Arifin • Selasa, 2 Agustus 2022 | 21:30 WIB
PUSAT DAUR ULANG: Sejumlah warga berada di TPS Ungup-ungup yang rencananya akan dibangun menjadi Pusat Daur Ulang. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)
PUSAT DAUR ULANG: Sejumlah warga berada di TPS Ungup-ungup yang rencananya akan dibangun menjadi Pusat Daur Ulang. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)
KANIGARAN, Radar Bromo - Pembangunan Pusat Daur Ulang (PDU) Kota Probolinggo sudah mulai digarap. Proyek senilai sekitar Rp 1,74 miliar ini ditarget rampung pada November 2022. Anggaran ini termasuk pengadaan alat pecacah sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo Rahmadeta Antariksa mengatakan, pembangunan PDU di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Ungup-ungup, mulai digarap. Dikerjakan oleh CV Ardhana Wicaksana dari Kota Surabaya.

Rekanan tidak hanya akan membangun fisik PDU. Tetapi, juga mengadakan mesin alat cacah sampah organik dan sampah nonorganik. “Memang kami alokasikan Rp 2,3 miliar. Tetapi, saat proses lelang ternyata hanya Rp 1,74 miliar. Pengerjaannya harus rampung akhir November,” kata Deta –sapaan akrab Rahmadeta-, Senin (1/8).

PDU Ungup-ungup, kata Deta, dibangun memanfaatkan lahan milik Pemkot di Jalan Gubernur Suryo, Kelurahan/Kecamatan Kanigaran. Di atas lahan sekitar 2.000 meter persegi, PDU akan mengolah sampah untuk didaur ulang.

Karena itu, dibutuhkan mesin alat pencacah sampah. Seperi sampah plastik. Nantinya diharapkan bisa didaur ulang menjadi barang bermanfaat dan bernilai.

“Di lokasi PDU nanti memiliki bangunan dan mesin pengolahan sampah. Ada empat mesin yang tersedia di PDU. Yaitu, jenis konveyor, mesin cacah pilah, tungku reactor, dan mesin roller pengering,” jelasnya.

Mesin cacah pilah, misalnya, berfungsi memilah sampah organik dan anorganik. Sampah organik akan dicacah dan diubah menjadi kompos. Sementara, sampah anorganik dijadikan bricket atau komposit. Selama ini, volume sampah cukup tinggi, bisa mencapai 3,8 ton per hari.



“Nanti kami lihat kemampuan sampah yang bisa dikirim ke DPU berapa. Termasuk petugas yang memilah sampah, apakah sudah cukup atau kurang, kami lihat saat mulai difungsikan,” jelasnya. (mas/rud) Editor : Jawanto Arifin
#sampah probolinggo #pemkot probolinggo