Di antaranya ada Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Andi Suryanto Wibowo, Kapolres AKBP Teuku Arsya Khadafi, Dandim 0820 Letkol Arh Arip Budi Cahyono, Kajari Kabupaten Probolinggo yang dihadiri Kasi Intel Irfanto hingga Camat Dringu Ulfiningtyas.
Mahasiswa UPM yang mengikuti KKN kali ini sebanyak 442 peserta. Selama 32 hari ke depan, terhitung sejak dilepas kemarin, hingga berakhir pada 1 September mendatang. Ada ratusan peserta KKN tersebar di 16 desa dari dua kecamatan di Kabupaten Probolinggo (Dringu dan Gending), dan 4 kelurahan dari Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo.
Penyematan atribut KKN secara simbolis kepada mahasiswa KKN oleh Plt. Bupati Timbul Prihanjoko, dilanjut penyerahan Kartu BPJS Ketenagakerjaan, dan penekanan tombol sirene menandai dimulainya KKN. Dalam amanatnya, Plt. Bupati mengungkapkan, ditempatkannya mahasiswa peserta KKN ini bisa mengidentifikasi berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat untuk kemudian memberikan alternatif solusi dan perubahan yang lebih baik bagi masyarakat.
Sesuai tema, ”Pemberdayaan Masyarakat untuk Pulih Lebih Cepat dan Tumbuh Lebih Kuat,” sangatlah sejalan dengan program pemerintah dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.
“Kami pemerintah daerah, senang sekali, siap terbuka akan masukan. Biar apa? Ketika kebijakan akan kita ambil, benar-benar sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah,” katanya.
Di sinilah peran universitas, seluruh civitas akademik termasuk mahasiswa-mahasiswi UPM. Evaluasi setiap program yang dimiliki pemerintah daerah ini membutuhkan analisa, sains, dan riset penelitian-penelitian.
Rektor UPM Probolinggo, Prof. Dr. Ir. Abdul Haris MM saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo mengungkapkan, pelaksanaan KKN UPM Probolinggo tahun akademik 2021/2022 kali ini kembali normal diadakan secara luring. “Tentu ya, ujung-ujungnya nanti ada kajian ke jurnal pengabdian kepada masyarakat. Endingnya, jurnal hasil kerja ini wajib dibuat oleh msing-masing DPL. Dan inilah yang menjadi kredit poin jabatan akademik,” bebernya.
Profesor Haris, didampingi ketua panitia KKN tahun akademik 2021/2022 Tedy Herlambang juga memastikan, bakal turun kelapangan untuk memantau sejauh mana perkembangan peserta KKN UPM Probolinggo pada Minggu kedua mendatang. “Setelah cek lapangan, barulah evaluasi dilakukan ditingkat rektorat selanjutnya dievaluasi sebagai bahan masukan pelaksanaan KKN selanjutnya,” tegas Prof. Haris. (el/adv) Editor : Jawanto Arifin