Desa Alassumur Kulon memiliki lahan pertanian yang luas. Sejumlah tanaman pertanian tumbuh subur di desa setempat. Hasil pertanian, menjadi penopang perekonomian warga setempat. Pemdes terus berupaya meningkatkan kualitas dan hasil pertanian warganya. Dukungan salah satunya dilakukan dengan membangun saluran irigasi.
Seperti tahun ini. Pemdes Alassumur Kulon telah merampungkan pembangunan dua titik saluran irigasi di Dusun Wakaf. Titik pertama dibangun dengan panjang 187 meter x 2 sisi. Kemudian titik kedua dengan panjang 244 meter x 2 sisi. Saluran air ini, semakin memperlancar pasokan air ke lahan-lahan pertanian warga.
Kepala Desa Alassumur Kulon, Suhud melalui Bendahara Desa Sulastri mengatakan, pembangunan dua saluran irigasi ini untuk mendukung potensi pertanian desa. Tujuannya, agar hasil dan kualitas pertanian warga semakin meningkat. “Termasuk untuk mendukung program ketahanan pangan di desa ini,” katanya.
Menurutnya, sebelum dibangun, dua saluran irigasi itu tidak mampu memenuhi kebutuhan pasokan air untuk lahan pertanian di dusun sekitar. Saluran tersebut banyak mengalami kebocoran. Sebab masih dari tanah. “Alhamdulillah tahun ini sudah kami rampungkan pembangunannya pada Juni lalu. Ada dua titik, semuanya di Dusun Wakaf,” katanya.
Ia mengatakan, tahun ini saluran irigasi juga akan dibangun di lokasi lainnya. Pembangunan direncanakan akan dilakukan pada tahap kedua pencairan dana desa. Sebab, hingga saat ini masih ada beberapa lokasi yang masih membutuhkan pembangunan saluran irigasi. “Tahun ini, kami juga akan menganggarkan dan untuk penambahan buku di perpustakaan desa,” pungkasnya.
Hidupkan Permainan Tradisional
Gobak sodor merupakan salah satu permainan tradisional asli Indonesia yang sudah jarang ditemui saat ini. Namun, di Desa Alassumur Kulon permainan yang menghalangi-halangi lawan untuk mencapai garis akhir itu, terus dihidupkan. Pemdes Alassumur Kulon sangat mendukung permainan tersebut. Dukungan dilakukan melalui Karang Taruna setempat.
Saat ini Desa Alassumur juga telah memiliki tim gobak sodor. Namanya Jenderal Muda. Tim ini juga memiliki lapangan yang berada di Dusun Wakaf. Setiap malam, di lapangan tersebut ramai oleh pemuda yang bermain gobak sodor. “Pemuda sangat antusias, setelah Isya, mereka main di sana,” ujar Sulastri, Bendahara Desa Alassumur Kulon
Menurutnya, tim gobak sodor Desa Alassumur Kulon juga sering menggelar laga ekshibisi atau persahabatan dengan desa lain. Mulai desa tetangga hingga desa lain dari Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo. “Yang menggagas permainan Karang Taruna. Yang jelas kami sangat mendukung. Ini sebuah kegiatan positif. Kami berharap permainan tradisional ini terus eksis,” katanya.
Sulastri menambahkan, selain mendukung kegiatan Karang Taruna, Pemdes Alassumur Kulon juga terus berupaya lebih menghidupkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pihaknya, telah menggagas unit usaha baru. Yakni, unit usaha persewaan peralatan dan permainan balita. Di antaranya kereta dorong, ayunan, perosotan dan beragam permainan balita lainnya.
Ia mengatakan, harga sewa permainan-permainan tersebut bervariasi, tergantung barang yang disewa. BUMDes menerapkan sistem sewa per minggu hingga per bulan. Bagi yang mau menyewa cukup menyerahkan KTP. “Kami pilih unit usaha ini, karena memiliki potensi dan banyak dibutuhkan oleh orang tua balita,” pungkasnya. (uno/fun/*)
APBDES PEMERINTAH DESAA LASSUMUR KULON TAHUN ANGGARAN 2022
| Pendapatan | |
| Pendapatan Asli Desa | Rp147.520.000,00 |
| Pendapatan Transfer | Rp2.286.313.450,00 |
| Pendapatan lain-lain | Rp0,00 |
| Jumlah pendapatan | Rp2.433.833.450,00 |
| Belanja | |
| Belanja pegawai | Rp489.742.480,00 |
| Belanja barang dan jasa | Rp434.611.144,00 |
| Belanja modal | Rp702.029.000,00 |
| Belanja tidak terduga | Rp835.066.663,00 |
| Jumlah Belanja | Rp2.461.449.287,00 |
| Surplus/(Defisit) | (Rp27.615.837,00) |
| Pembiayan | |
| Penerimaan pembiayaan | Rp32.615.837,00 |
| Silpa tahun sebelumnya | Rp32.615.837,00 |
| Pengeluaran pembiayaan | Rp5.000.000,00 |
| Penyertaan modal desa | Rp5.000.000,00 |
| Pembiayaan netto | Rp27.615.837,00 |
| Sisa lebih pembiayaan anggaran | Rp0,00 |
Editor : Jawanto Arifin