Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pandemi Melandai, Angkot di Kota Probolinggo Kembali Ramai

Ronald Fernando • Jumat, 17 Juni 2022 | 15:27 WIB
KEMBALI RAMAI: Sejumlah angkot melintas di Jalan Raya Panglima Sudirman, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Kamis (16/6). (FUAD ALYZEN/JAWA POS RADAR BROMO)
KEMBALI RAMAI: Sejumlah angkot melintas di Jalan Raya Panglima Sudirman, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Kamis (16/6). (FUAD ALYZEN/JAWA POS RADAR BROMO)
MAYANGAN, Radar Bromo- Makin landainya pandemi Covid-19, membuat aktivitas masyarakat di Kota Probolinggo kembali bergairah. Termasuk angkutan kota (angkot). Kini, semakin banyak angkot yang beroperasi.

Salah seorang sopir angkot Wagito, 40, mengatakan, selama pandemi Covid-19 masih tinggi, banyak angkot yang tak beroperasi. Bahkan, bisa dikatakan sempat hilang dari peredaran arus lalu lintas. Kini, aktivitas angkot mulai ramai lagi.

“Hal ini terjadi juga karena adanya saingan dari angkutan online. Sehingga membuat penumpang angkot menurun. Sampai akhirnya ada yang memutuskan berhenti,” ujar warga Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, tersebut.

Semakin banyaknya angkot yang kembali beroperasi, disambut baik oleh sejumlah penumpang. Alasannya, semakin mudah untuk mendapatkan angkutan umum. “Memang sekarang ada angkutan online, baik ojek motor maupun mobil. Tapi, tidak semua warga menggunakan smartphone,” ujar Farida, warga Kelurahan Jrebeng Lor, Kota Probolinggo.

Menurutnya, angkot memang harus bersaing dengan angkutan online. Namun, selama pelayanannya bagus dan tak terlalu lama ngetem, warga juga akan tetap memilih angkot. “Yang males, kalau angkot, karena kadang ngetem-nya lama,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo Agus Efendi mengatakan, penyebab kurangnya penumpang angkot karena dampak pandemi Covid-19. Terutama dengan adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Di samping itu, juga harus bersaing dengan angkutan online. Munculnya pandemi, membuat semakin banyak warga yang memilih angkutan online. Apalagi, ketika para pelajar harus belajar di rumah atau secara online. “Terutama anak sekolahan. Angkutan umum akan laris ketika sekolah dibuka,” ujarnya.



Ia mengaku akan terus berusaha membantu angkot untuk tetap mendapatkan penumpang. Salah satunya dengan menggelar pertemuan dengan para sopir angkot dua bulan sekali. Dalam pertemuan ini dibahas solusi terhadap permasalah angkot.

“Di samping itu, kami juga menyambungkan ke Satlantas untuk pengondisian trayek yang mati,” katanya. (mg/rud) Editor : Ronald Fernando
#angkot probolinggo