Pemerintah Desa Gondosuli telah merampungkan pembangunan 1 lokal gedung PAUD. Lokasinya strategis. Gedung lembaga pendidikan itu dibangun seluas 7 x 6 meter. Berlokasi di Dusun Duren. Pembangunan gedung baru ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan layanan pendidikan terhadap anak usia dini.
Kepala Desa Gondosuli Muhammad melalui Bendahara Desa Nur Hidayat mengatakan, sebelumnya gedung PAUD lama lokasinya kurang strategis. Serta, sudah saatnya diganti dengan gedung baru. “Kami bangun agar balita dan ibunya lebih mudah menjangkau lembaga pendidikan tersebut,” ujarnya.
Selain fasilitas pendidikan, tahun ini pemerintah desa juga telah rampung membangun dua unit tandon air bersih. Dua-duanya dibangun di Dusun Pakes. Kini, warga bisa setiap waktu mengambil air bersih di dua tandon ini. “Airnya mengalir 24 jam. Ini untuk membantu warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih,” ujar pria yang akrab dipanggil Dayat itu.
Sebagai bentuk dukungan kepada para petani, pemerintah desa juga membangun irigasi. Pembangunan irigasi di Dusun Kletek, itu telah mencapai sekitar 75 persen. “Sebelumnya masih berupa tanah, sehingga alirannya tidak maksimal. Sering bocor,” katanya.
Irigasi itu dibangun sepanjang 270 meter. Aliran air dari saluran ini menjadi penyuplai ke sejumlah irigasi di Dusun Krajan. Pembangunannya merupakan bagian dari program ketahanan pangan. “Anggaran ketahanan pangan 20 persen dana desa yang diterima tahun ini,” jelasnya.
Demi meningkatkan kualitas hidup warga kurang mampu, terutama yang masih tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH), pemerintah desa juga mengalokasikan anggaran perbaikan RTLH. Tahun ini, rencananya ada dua unit yang akan diperbaiki. “Rumah warga yang tidak layak huni tahun ini akan kami rehab. Jumlahnya dua unit,” katanya.
Tetapkan Penerima Bantuan melalui Musdes Khusus
Bantuan Langsung Tunai dari Dana Desa (BLT-DD) terus bergulir. Termasuk di Desa Gondosuli, Kecamatan Pakuniran. Tahun ini, Pemerintah Desa Gondosuli, mengalokasikan anggaran Rp 691.200.000.
Anggaran itu disiapkan untuk 192 keluarga penerima manfaat (KPM). Tercatat, tahun ini telah lima kali Pemerintah Desa Gondosuli mencairkannya.
Kepala Desa Gondosuli Muhammad melalui Sekretaris Desa Syamsuri mengatakan, dibandingkan tahun 2021, jumlah KPM BLT-DD tahun ini menurun. Hal itu disesuaikan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 104/2021 tentang Penggunaan Dana Desa. Salah satunya, anggaran BLT-DD minimal 40 persen dari dana desa.
“Tahun 2021, ada 355 KPM. Tahun ini, 192 KPM. Kami sudah menyalurkan lima kali. Masing-masing KPM mendapat jatah Rp 300 ribu setiap bulan,” katanya.
Sebelum penentuan jumlah dan warga yang berhak mendapatnya, pihaknya menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Khusus BLT-DD. Dalam musdes, juga dilakukan verifikasi dan validasi data penerima. Tujuannya, KPM yang ditetapkan benar-benar layak mendapatkannya.
“Dalam Musdes Khusus BLT-DD, kami hadirkan tokoh masyarakat, BPD, hingga ketua RT dan RW. Kami undang mereka agar mengikuti proses penetapan KPM BLT-DD. Yang jelas bantuan ini kami berikan kepada warga yang memang benar-benar layak,” katanya. (uno/rud/*)
APBDES PEMERINTAH DESA GONDOSULI TAHUN ANGGARAN 2022
| Pendapatan | |
| Pendapatan asli desa | Rp5.250.000,00 |
| Pendapatan transfer | Rp2.240.449.183,00 |
| Jumlah pendapatan | Rp2.245.699.183,00 |
| Belanja | |
| Belanja pegawai | Rp378.427.920,00 |
| Belanja barang dan jasa | Rp476.535.129,24 |
| Belanja modal | Rp632.115.040,00 |
| Belanja tidak terduga | Rp884.006.160,00 |
| Jumlah belanja | Rp2.371.084.249,24 |
| Surplus/(Defisit) | (Rp125.385.066,24) |
| Pembiayaan | |
| Penerimaan pembiayaan | Rp125.385.066,24 |
| Silpa tahun sebelumnya | Rp125.385.066,24 |
| Pembiayaan netto | Rp125.385.066,24 |
| Sisa lebih pembiayaan anggaran | Rp0,00 |
Editor : Jawanto Arifin