Sejumlah upaya dilakukan Pemerintah Desa Sindetlami untuk menggali potensi warganya. Salah satunya dengan menyiapkan fasilitasi olahraga yang disebut sanggar olahraga.
Kepala Desa Sindetlami Saiful Bahri mengatakan, mengaku terus berupaya semaksimal mungkin menggali dan melatih potensi para pemuda desa. Salah satunya untuk meraih prestasi.
“Dengan prestasi, bukan hanya kebanggaan akan capaian yang didapat, namun prestasi ini juga akan berjenjang. Peluang pekerjaan cukup terbuka lebar, bagi orang yang berprestasi. Di Kabupaten Probolinggo sendiri, sudah banyak contohnya,” ujarnya.
Membangun masyarakat yang bermartabat, kata Saiful, juga dapat dilakukan dengan prestasi. Karena itu, pihaknya menyediakan fasilitas yang layak dan mumpuni untuk mengembangkan bakat.
“Tahun ini kami bangun sanggar olahraga. Dengan konsep tempat olahraga yang serbaguna. Satu lokasi dapat digunakan untuk berbagai kegiatan olahraga,” jelasnya.
Sanggar olahraga ini dibangun di sisi timur Balai Desa Sindetlami. Sementara, direncanakan untuk olahraga futsal. “Untuk awal, kami fungsikan sebagai lapangan futsal. Namun, tidak menutup kemungkinan kegiatan olahraga lainnya, seperti voli dan basket juga dapat dilakukan di sana,” ujarnya.
Pembangunan sanggar, kata Saiful, juga dilakukan dengan membangun tembok penahanan tanah (TPT) seluas 140 x 40 meter. Serta, pembangunan pagar british reinforced concrete (BRC) sepanjang 120 x 140 meter.
“Satu paket dengan pembangunan lainnya. Ada juga pembangunan pelat deket dengan luas 3,5 x 4 meter ketebalan 25 sentimeter. Pembangunan ini sebagai penunjang dari sanggar olahraga,” katanya.
Keberadaan sanggar dapat dikembangkan terhadap program lainnya. Yang mampu memompa perekonomian. Seperti pembangunan kafe dan lain sebagainya.
“Lahan yang tersedia masih sekitar 1,7 hektare. Masih bisa dikembangkan. Targetnya sanggar olahraga ini dapat selesai pada tahun ini, sehingga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pemuda. Terutama untuk menggali prestasi,” katanya.
Ia mengaku akan terus mengambangkan keberadaan sanggar ini. Tujuannya, untuk menggali pendapatan asli desa (PAD) setempat. “Kami lihat dulu, jika layak, (sanggar olahraga) nanti bisa disewakan untuk warga luar. Seperti kafe nanti juga dapat memberikan PAD,” harapnya.
Maksimalkan Pelayanan, Bekali Kader Posyadu
Pemerintah Desa Sindetlami, Kecamatan Besuk, terus berupaya memaksimalkan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Salah satunya dengan membekali para Kader Posyandu melalui Program Bimbingan Teknik (Bimtek). Kegiatan itu, digelar Senin (6/6).
Kepala Desa Sindetlami Saiful Bahri mengatakan, melalui bimtek, para kader diberi pengetahuan tentang hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan. “Ada sekitar 30 kader yang diberi bekal. Agar dapat membantu masyarakat di bidang kesehatan. Juga untuk membantu bidan dan perawat desa,” ujarnya.
Di samping itu, pemerintah desa juga terus berupaya menjaga kesehatan warganya melalui kegiatan Posyandu. Seperti, kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pemberian makanan tambahan (PMT).
“Rutin setiap bulan ada kegiatan kesehatan. Dilakukan terhadap balita, ibu hamil, dan lansia. Balita sendiri ada 50-an di setiap dusun. Kalau bumil (ibu hamil) saat ini 60 orang. Sementara, lansia 110 orang,” jelasnya.
Selain program kesehatan, pemerintah desa juga tetap menyalurkan sejumlah bantuan kepada warga. Salah satunya bantuan langsung tunai dari dana desa (BLT-DD).
“Ada 172 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Hal ini diberikan sebagai upaya peningkatan ekonomi. Jadi, merangsang pertumbuhan ekonomi pascapandemi. Batuan berupa uang Rp 300 ribu. Dalam waktu dekat sudah masuk tahap kelima,” katanya. (mu/rud/*)
APBDES PEMERINTAH DESA SINDETLAMI TAHUN ANGGARAN
| Pendapatan | |
| Pendapatan transfer | Rp 1.973.283.272 |
| Belanja | |
| Belanja pegawai | Rp 307.210.320 |
| Belanja barang dan jasa | Rp 513.979.872 |
| Belanja modal | Rp 459.255.900 |
| Belanja tidak terduga | Rp 741.823.000 |
| Jumlah belanja | Rp 2.022.269.092 |
| Surplus | Rp 48.985.820 |
Editor : Jawanto Arifin