Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Atap Kantor Desa Tambak Ukir Ambruk, Begini Kata Kadesnya...

Jawanto Arifin • Minggu, 22 Mei 2022 | 05:33 WIB
AMBRUK: Seorang warga melihat kondisi bangunan kantor Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kotaanyar, yang atapnya ambruk. (Perangkat Desa Tambak Ukir for Radar Bromo)
AMBRUK: Seorang warga melihat kondisi bangunan kantor Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kotaanyar, yang atapnya ambruk. (Perangkat Desa Tambak Ukir for Radar Bromo)
KOTAANYAR, Radar Bromo - Atap gedung kantor Desa Tambak Ukir di Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, tiba-tiba ambruk. Atap gedung itu ambruk, Sabtu (21/5) pagi.

Atap kantor desa itu selama ini memang sudah keropos. Lalu, hujan deras turun Jumat (20/5) siang hingga malam di Tambak Ukir. Atap gedung pun menjadi basah dan berat. Dan Sabtu (21/5), atap gedung kantor desa itu ambruk. Beruntung, tidak ada korban dalam insiden ini.

"Sehari sebelumnya memang hujan cukup deras. Jadi atap kantor menjadi lebih berat," ujar Kades Tambak Ukir Mohammad Tarsan.

Menurut Tarsan, kantor desa itu dibangun pada 2017 di masa kepemimpinan kepala desa sebelumnya. Seiring waktu, kayu penyangga yang terbuat dari kayu sukun dan kayu jaran mulai lapuk. Sehingga, dikhawatirkan atap sewaktu-waktu ambruk.

Karena kekhawatiran itu, beberapa waktu lalu Tarsan bersama perangkat desa setempat memindah aset-aset yang ada. Di antaranya kursi, lemari, berkas dan komputer milik desa. Aset itu dipindah untuk sementara ke rumahnya sambil menunggu ada program renovasi kantor desa.

"Agar aman semua barang-barang yang ada di bawah atap sementara saya pindah ke rumah," ungkapnya.

Kekhawatiran tersebut benar terjadi. Sabtu pagi, atap gedung ambruk. Untung saja saat ambruk tidak ada aktivitas pemerintahan desa. Sebab saat itu memang sedang libur.



Pihaknya pun berharap ada atensi dari pemda untuk memberikan bantuan pembangunan atau renovasi kantor desa. Sehingga pelayanan pada warga tetap dapat dilakukan di kantor desa.

Pemerintah desa sendiri menurutnya, kesulitan merenovasi kantor. Sebab, saat ini anggaran dana desa (DD) terpotong oleh BLT-DD.

"Anggaran banyak terpotong di BLT-DD. Jadi kami kesulitan untuk melakukan renovasi," jelasnya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Sugeng Suprisayoga mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan dari desa. Pihaknya pun sudah berkoordinasi melakukan assessment.

Ditaksir, kerugian desa mencapai Rp 150 juta akibat bencana itu. Sebab atap seluruhnya sudah. Sementara dinding-dinding bangunan juga sudah terdapat keretakan.

"Kantor rusak, kayunya keropos semua. Hujan deras yang turun membuat atap kantor desa roboh. Pemerintah desa telah melakukan pengamanan agar tidak ada warga yang mendekat," terangnya. (ar/hn) Editor : Jawanto Arifin
#desa tambak ukir #atap ambruk #kantor desa tambak ukir