Fajar Sidik, 33, rekannya yang tinggal di Desa Kraksan Wetan, Kecamatan Kraksan, Kabupaten Probolinggo menjelaskan bahwa Hasan merupakan tim pengendali internal wilayah pada Koperasi Sumber Jaya Makmur. Koperasi tersebut berpusat di Situbondo. Ada lima cabang, salah satunya di Kota Probolinggo yang bertempat di Perum Sentong tersebut.
“Hasan ini orang dari pusat. Memang dia berkeliling untuk memantau kinerja cabang. Sejak Senin (9/5) lalu sudah ada di sini. Tidurnya juga di kantor cabang,” kata Fajar Sidik saat ditemui di Kamar Mayat RSUD Moh Saleh kota Probolinggo, Jumat (20/5) siang.
Sebelum meninggal dunia, Hasan sempat mengaku kurang enak badan. Tetapi Kamis (19/5) usai magrib, Fajar masih ngobrol santai dengan Hasan. “Terakhir melihat usai magrib. Lalu sibuk masing masing dan saya tidur di lantai dua. Hasan ini tidur di lantai satu dDan tidur di bawah. Di rumah yang digunakan untuk kantor itu ada 4 orang yang tidur di sana termasuk saya,” tuturnya.
Paginya, ia pun beraktivitas seperti biasanya. Tapi Fajar melihat Hasan tak bangun. Hingga sekitar pukul 06.20, Abdul Hamid, 27 warga Kota Anyar membangunkanya. Namun rupanya tubuhnya sudah kaku dan tidak bernapas. Sehingga ia pun memanggil rekan lainya termasuk petugas berwenang.
“Paginya saya bangunkan Hasan karena masuk jam kerja. Namun rupanya sudah tidak bernyawa,” katanya.
Tak selang beberapa lama, ada petugas kepolisian datang. Selanjutnya jenazah di bawa ke KM RSUD dr Moh Saleh guna dilakukan visum luar.
Plt Kasi Humas Polresta Iptu Zainullah Regama menerangkan bahwa kematian Hasan diduga kuat akibat sakit. “Jadi tidak ditemukan adanya indikasi tindak kekerasan dari hasil visum yang ada,” singkatnya. (rpd/fun) Editor : Jawanto Arifin