Sumber air Tirta Ageng di Desa Lumbang sudah lama ada. Manfaat keberadaannya begitu dirasakan warga. Pemerintah desa berusaha terus mengembangkannya. Agar semakin banyak yang merasakan manfaatnya.
“Alhamdulillah, wisata ini ramai dikunjungi. Tidak hanya warga lokal yang datang, dari luar desa atau luar daerah juga banyak datang,” ujar Kepala Desa (Kades) Lumbang Tiarsi.
Pada awal tahun ini, Tiarsi mengaku sudah memperbaiki sejumlah spot di destinasi wisata ini. Harapannya dapat menjadi daya tarik lebih bagi para pengunjung.
Saat ini, sudah ada satu pintu masuk menuju wisata tersebut. Dari satu pintu itu wisatawan bisa menikmati sejumlah spot destinasi. Termasuk pemandian anak.
“Di sisi utara Sumber Air Tirta Ageng, tetap dibuka untuk pemandian kendaraan masyarakat. Karena tempat itu sudah lama dimanfaatkan masyarakat untuk pencucian mobil. Kami tetap jadikan sisi utara atau luar itu pencucian mobil masyarakat,” jelasnya.
Dengan destinasi wisata ini, Tiarsi berharap bisa mendongkrak perekonomian warga. Sebab, saat pengunjung ramai, tentu bisa menjadi peluang bagi warga untuk membuka usaha makanan, minuman, atau berjualan barang-barang lainnya.
Dengan begitu, keberadaan destinasi wisata ini akan sangat dirasakan manfaatnya. “Kami juga ingin pemuda di sini bisa miliki kegiatan untuk pengembangan destinasi wisata ini. Termasuk membuka usaha sebagai penunjang wisata ke depannya,” harapnya.
Bangun Jalan Usaha Tani, Mulai Rancang Bendungan
Desa/Kecamatan Lumbang juga memiliki potensi besar dalam bidang pertanian. Sektor ini pun menjadi perhatian serius pemerintah desa untuk dikembangkan. Tahun ini, melalui program ketahanan pangan, sejumlah infrastruktur penunjang bidang pertanian diperbaiki. Salah satunya perbaikan jalan usaha tani.
Kades Lumbang Tiarsi mengatakan, jalan usaha tani ini akan dibangun menggunakan APBDes 2022. Salah satu yang akan digarap panjangnya 420 meter dengan lebar 2,5 meter. Jalan ini akan dimakadam.
Sebelumnya, jalan ini masih murni tanah. Tahun ini akan dimakadam untuk proses pemadatan. Karena rencana ke depan akan diaspal.
“Untuk mendukung sektor pertanian yang sangat potensi di Desa Lumbang, ke depan kami ingin membangun bendungan. Bendungan itu akan menampung air yang melimpah saat musim hujan. Kemudian, saat kemarau bisa dimanfaatkan untuk lahan pertanian. Semoga tahun depan bisa terealisasi,” terangnya.
Masih dalam rangka meningkatkan perekonomian warga, Tiarsi mengaku, juga menyiapkan program peternakan kambing. Peternakan ini akan dikelola oleh kelompok peternak. Meski tidak banyak, diharapkan bisa menambah pendapatan warga.
“Untuk penyaluran BLT-DD, kami sudah salurkan tahap satu dan dua. Mulai Januari sampai Juni. Tahun ini ada 136 KPM (keluarga penerima manfaat) BLT DD,” ujarnya. (mas/rud)