Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tekankan Antisipasi Sistem Eror Menghadapi Detik-Detik Terakhir PPDB

Ronald Fernando • Kamis, 19 Mei 2022 | 19:00 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI
Photo
Photo


Masukan dari saya, untuk antisipasi adanya error system. Apalagi masuk hari terakhir, di mana banyak yang mengakses, sehingga sistemnya tersendat atau bahkan eror.”

Muzda Putri Amelia, Anggota Komisi I DPRD Kota Probolinggo

 

MAYANGAN, Radar Bromo - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Probolinggo terus berjalan. Pendaftaran yang menggunakan sistem online ini menjadi perhatian DPRD. Mereka meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo memastikan sistemnya aman.

Seperti diungkapkan Anggota DPRD Kota Probolinggo Muzda Putri Amelia. Dalam rapat dengar pendapat antara Komisi I DPRD Kota Probolinggo dengan Disdikbud dan Cabang Dinas Pendidikan SMA Sederajat, itu ia meminta mengantisipasi sistemnya eror. Terutama memasuki hari-hari terakhir pendaftaran.

“Masukan dari saya, untuk antisipasi adanya error system. Apalagi masuk hari terakhir, di mana banyak yang mengakses, sehingga sistemnya tersendat atau bahkan eror,” ujarnya, Rabu (18/5).

Anggota Komisi I DPRD Kota Probolinggo Sibro Malisi menambahkan, Disdikbud perlu membentuk tim khusus yang bisa menerangkan masalah PPDB di setiap sekolah. Sebab, ada beberapa kasus petugas di sekolah kurang paham. Sehingga petugas dari sekolah meminta wali murid tersebut mendatangi Disdikbud.

Masak persoalan seperti itu saja harus ke dinas dan menemui Pak Maskur (Kepala Disdikbud). Padahal, Pak Maskur banyak yang perlu dipikirkan,” ujarnya.



Dengan kondisi seperti ini, kata Sibro, bagi warga yang tidak paham kadang menyalahkan Disdikbud. Menganggap tebang pilih. “Misalnya, bilang anak saya tidak masuk ke sekolah X, tapi tetangga saya bisa masuk. Padahal, anak tetangganya ini masuk lewat jalur afirmasi. Karena warga ini tidak paham, jadi yang disalahkan dinasnya,” jelasnya.

Mendapati masukan itu, Maskur mengaku akan mempertimbangkan penempatan petugas di masing-masing sekolah. Sedangkan, terkait persoalan sistem, ia memastikan sudah berkoordinasi dengan tim informasi teknologi (IT) dari pihak ketiga. Daya dan kuotanya juga diperbesar.

Menurutnya, semua itu dilakukan guna mengantisipasi adanya lonjakan warga yang mengakses. Terutama dalam waktu bersamaan.

“Kami sudah koordinasikan dengan tim IT, pihak ketiga. Bahkan diminta standby. Kami juga koordinasi dengan PLN agar tidak mati lampu. Namun, faktanya kadang tetap ada saja. Setelah dicek akibat pohon tumbang. Nah, itu di luar kuasa kita sudah,” tuturnya.

Diketahui, PPDB di Kota Probolinggo sudah dibuka sejak April lalu. Pendaftaran jalur afirmasi dibuka mulai 3 April sampai 18 Mei. Jalur prestasi dimulai 3 April sampai 28 Mei. Berikutnya, ada jalur pindahan tugas orang tua atau wali murid yang dimulai pada 4 April sampai 24 Mei.

Sedangkan, jalur zonazi dimulai pada 8 April sampai 15 Mei, jalur pemenuhan pagi dilaksanakan pada 18 April sampai 10 Juni. Untuk jalur prestasi, afirmasi, perpindahan tugas orang tua atau wali murid diumumkan pada 7 Juni. (rpd/rud) Editor : Ronald Fernando
#PPBD kota probolinggo #Penerimaan Peserta Didik Baru (PPBD) #dprd kota probolinggo