Makam Mbah Gimbal ada di Jalan Brigjen Katamso, Dusun Kramat, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Di makam itu tersimpan rambut Mbah Gimbal sepanjang 1,5 meter yang masih utuh kondisinya.
Makam Mbah Gimbal diapit dengan dua makam lain yang juga terawat kondisinya. Satu makam sahabatnya dan satu lagi makam khadamnya atau pembantunya.
Juru kunci makam Mbah Gimbal, Slamet Riyanto mengatakan, mereka yang berziarah ke makam kebanyakan orang-orang yang punya hajat khusus. Misalnya, ingin menjadi pejabat pemerintahan, anggota dewan, atau kepala desa (kades). Bahkan, sampai sekarang ada sejumlah anggota dan mantan anggota DPRD Kota Probolinggo yang sering ziarah ke makam Mbah Gimbal.
”Kalau mendekati pemilihan kepala daerah atau pencalegan (pencalonan legislatif), banyak peziarah yang datang. Bahkan, dari luar daerah juga banyak ke makam Mbah Gimbal ini,” kata Slamet pada Jawa Pos Radar Bromo, Jumat (13/5).
Bahkan, sekitar 15 tahun silam, ada lelaki warga Tangerang yang datang ke makam Mbah Gimbal. Lelaki itu mengaku mimpi disuruh mendatangi makam Mbah Gimbal.
Karena merasa mimpi itu sebagai perintah, dia lantas mencari dan mendatangi makam Mbah Gimbal. Walaupun lokasinya jauh dari Tengerang.
”Ternyata lelaki ini mau nyalon kades waktu itu. Tiga hari lamanya dia ziarah ke makam Mbah Gimbal. Sehari-harinya ada di makam, tapi menginapnya di hotel,” ungkapnya.
Sekitar 2 bulan setelah itu, lelaki tersebut datang lagi ke makam Mbah Gimbal. Kali ini, dia datang bersama keluarga dan perangkat desanya. Ternyata, dia terpilih menjadi kades.
”Saya tidak pernah dapat kabar lagi setelah itu. Tapi, kemudian ada perangkat desanya datang dan menyampaikan lelaki itu meninggal,” terangnya.
Selain sering didatangi peziarah, di makam Mbah Gimbal ada pengajian rutin tiap malam Jumat Manis yang digelar ibu-ibu warga sekitar. Biasanya, pengajian dihadiri 50 orang lebih yang diadakan bakda magrib. Kemudian, Jumat Manis siang harinya banyak datang ziarah.
”Alhamdulillah, banyak yang datang ziarah ke makam Mbah Gimbal. Bahkan sampai sekarang,” ungkapnya.
Ulama Asal Madura yang Berkeliling Syiar Islam
Mbah Gimbal atau KH Aby Hamidin berasal dari Madura. Dia berkeliling untuk syiar Islam dan akhirnya menetap di Kota Probolinggo.
Meski demikian, Mbah Gimbal jarang tinggal lama di Kota Probolinggo. Biasanya, hanya beberapa hari di rumahnya. Lalu, pergi lagi selama berbulan-bulan untuk melanjutkan syiar Islam. Begitu seterusnya.
“Menurut cerita buyut ke mbah saya, Mbah Gimbal adalah sosok pejuang penyiar agama Islam dan memiliki rambut panjang dan tebal," terang Slamet Riyanto yang merupakan keturunan keempat dari Mbah Gimbal.
Sebelum meninggal, Mbah Gimbal memotong rambutnya yang panjangnya mencapai 1,5 meter. Kemudian, menitipkan rambutnya itu agar disimpan dan dijaga.
Sampai saat ini, rambut Mbah Gimbal dibungkus rapi dengan kain putih dan diberi bunga di dalamnya agar wangi. Berat rambut itu mencapai 5 kilogram dan kondisinya masih utuh. Yang aneh, bunga dalam bungkusan kain itu tidak kering meski berhari-hari atau berbulan-bulan tidak diganti.
”Diperkirakan rambut Mbah Gimbal ini berusia 200 tahun lebih. Tapi, kondisinya masih utuh sampai sekarang,” terangnya.
Pernah suatu hari, menurut Slamet, datang seorang pejabat asal Pasuruan ke makam Mbah Gimbal. Pejabat itu menemui buyutnya dan menyampaikan bahwa dirinya dapat amanah dari Mbah Gimbal untuk meminta rambut Mbah Gimbal.
Buyut Slamet pun tidak menaruh curiga sedikitpun. Dia mempersilakan pejabat itu mengambil sebagian rambut Mbah Gimbal. Setelah mengambil rambut Mbah Gimbal, pejabat itu pun pulang ke Pasuruan.
”Ternyata kemudian, pejabat itu balik ke makam Mbah Gimbal. Dia tidak bisa melanjutkan perjalanan pulang. Belum sampai ke Nguling, pejabat itu buang air besar berkali-kali sampai tidak kuat. Akhirnya dia balik ke makam Mbah Gimbal dan mengembalikan rambut yang dibawanya,” terangnya. (arif mashudi/hn) Editor : Jawanto Arifin