Pemerintah Desa Purut berupaya membangunan desa secara maksimal. Karena itu, rencananya benar-benar dipikirkan dan dipertimbangkan secara matang. Agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Terlebih bisa meningkatkan perekonomian warga.
Salah satu sasarannya adalah ketahanan pangan. Hal ini akan berdampak terhadap kemakmuran warga. Sekaligus menjadi salah satu sumber pendapatan.
Kepala Desa Purut Umi Fitriyana mengatakan, tahun ini akan membangun irigasi. Salah satunya sepanjang 100 meter di RT 8/RW 2 Dusun Krajan. Kini kondisinya masih berupa tanah.
Dengan kondisi itu, irigasi begitu rapuh. Ketika musim hujan kerap ambrol. Karena itu, perlu dibangun agar distibusi air dapat menjangkau seluruh areal pertanian.
“Ada 24 hektare lahan pertanian yang menggunakan aliran air dari irigasi ini. Setelah mendapatkan masukan, kami pertimbangkan. Kemudian, kami rencanakan realisasinya,” katanya.
Menurutnya, lingkungan Dusun Krajan memang memiliki potensi bagus di sektor pertanian. Selama ini, ketika musim hujan warga memanfaatkan lahannya dengan menanam padi. Ketika kemarau memilih menanam jagung. “Hasil panennya cukup baik. Agar hasilnya semakin baik, sarana prasarana pendukung kami lengkapi,” ujarnya.
Pemerintah Desa Purut juga mencoba peluang di bidang peternakan. Yakni, dengan mengembangkan penggemukan sapi. Kandangnya akan didirikan di RT 4/RW 2 Dusun Pengkol. Kandang itu akan digunakan untuk menggemukkan 5 ekor sapi.
“Lokasi sudah ada. Tinggal pelaksanaannya. Mudah-mudahan rencana bisa terealisasi dengan baik sesuai rencana,” ujarnya.
Dua Ruas Jalan Desa Lebih Kokoh
Infrastruktur yang baik dan nyaman, menjadi impian setiap pemerintah desa. Termasuk Pemerintah Desa Purut. Karenanya, tahun ini dianggarkan peningkatan kualitas infrastruktur desa.
Tahun ini ada dua jalan yang diperbaiki. Di antaranya jalan sepanjang 330 meter di RT 18/RW 4 Dusun Randugugut dan di jalan sepanjang 500 meter di RT 6/RW 2 Dusun Genjeng.
Jalan di Dusun Randugugut dirabat beton. Konstruksi ini dinilai cocok dengan medan jalan. Masa penggunaan jalan diprediksi lebih lama dibandingkan dengan konstruksi lain. “Kami rabat, karena kerap dikeluhkan warga. Volume pengguna jalan ini tinggi. Khususnya saat pagi dan sore,” ujar Kepala Desa Purut Umi Fitriyana.
Jalan ini merupakan jalan usaha tani. Akses menuju areal pesawahan seluas 23 hektare. Jalan yang sebelumnya hanya tanah biasa, susah dilalui saat musim hujan. Jalan berlumpur. Jika dilalui kendaraan akan meninggalkan bekas dan merusak jalan.
“Realisasi pembangunan jalan tersebut kami prioritaskan. Saat ini, jalan sudah rampung dibangun dan dimanfaatkan oleh warga,” ujarnya.
Sementara, jalan di Dusun Genjeng, merupakan jalan menuju permukiman padat penduduk. Karena masih murni tanah, tahun ini dimakadam. “Pembangunannya kami lakukan bertahap. Setelah ada anggaran yang memadai, akan kami tingkatkan lagi. Saat ini proses pembangunan jalan makadam sudah 80 persen,” ujarnya. (ar/rud/*)