Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Polisi Juga Awasi Sapi Lalu Lintas Sapi, Mulai Pasar sampai Rumah Potong

Jawanto Arifin • Kamis, 12 Mei 2022 | 15:39 WIB
PANTAU: Polisi patroli di pasar hewan Banyuanyar. (Foto: Istimewa)
PANTAU: Polisi patroli di pasar hewan Banyuanyar. (Foto: Istimewa)
PROBOLINGGO, Radar Bromo - Adanya wabah PMK juga membuat aparat bersikap. Kepolisian melakukan pembatasan lalu lintas pergerakan sapi. Polres Pasuruan misalnya, memperketat pembatasan lalu lintas pergerakan sapi. Terutama dari daerah lain di perbatasan, juga dari kandang menuju pasar hewan maupun rumah pemotongan hewan (RPH) yang ada.

“Kendaraan yang mengangkut sapi melintas di jalan kami hentikan. Sapinya diperiksa, kemudian disemprot disinfektan. Termasuk periksa dokumen surat-suratnya yang ada,” jelas Kapolres Pasuruan AKBP Erick Frendriz. Polres Pasuruan bersama polsek jajaran termasuk dengan muspika setempat juga mengimbau ke para peternak dan blantik sapi.

Hal serupa juga dilakukan Polres Probolinggo. Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan, pihaknya mulai melakukan patroli terpadu dan pengawasan terhadap lalu lintas aktivitas keluar-masuk hewan ternak di beberapa pasar hewan dan rumah potong hewan.

Salah satunya dilakukan di Pasar Hewan Banyuanyar, Rabu (11/5) siang. Patroli lalu lintas hewan digelar dengan memberi imbauan kepada para peternak yang membawa ternaknya kepasar. "Kami menerjunkan Bhabinkamtibmas untuk memberikan imbauan kepada peternak maupun pedagang guna memisahkan ternak yang sakit, suspect, dan pemberian obat vaksinasi oleh Dinas Peternakan," katanya.

Di wilayah hukum Polres Probolinggo terdapat empat pasar hewan ternak tradisional, yakni pasar hewan di Banyuanyar, Maron, Besuk dan Pakuniran. Sedangkan rumah potong hewan (RPH) tersebar di 6 kecamatan, yakni Leces, Maron, Banyuanyar, Gading, Besuk dan Krejengan.

Di Kota Probolinggo, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) rutin lakukan pengawasan ke sejumlah peternak di Kota Probolinggo. Kepala DPKP Kota Probolinggo, Aries Santoso mengungkapkan pihaknya langsung melakukan pemeriksaan pada hewan ternak di Pasar Hewan Wonoasih dan RPH. Seperti kemarin pihaknya juga mendatangi lokasi peternak seperti di Kelurahan Pohsangit Kidul, Kecamatan Kademangan. Hasilnya di tiga lokasi ini memang belum ditemukan adanya hewan ternak yang terpapar PMK. Meski begitu pengawasan tetap diperketat.



"Kami melakukan perketatan pengawasan di pintu masuk pasar hewan di Wonoasih. Kalau ada hewan ternak yang mendapatkan gejala seperti PMK langsung kami kembalikan ke pemiliknya," ungkapnya.

Saat hewan ternak dibawa dari pasar hewan ke RPH untuk dipotong, pihaknya juga kembali melakukan pemeriksaan. Bagi hewan ternak yang terpapar, nantinya akan dilakukan isolasi selama 14 hari. Termasuk hewan ternak yang berada di satu lokasi dengan hewan yang terkena PMK.

Pihaknya pun berharap agar masyarakat untuk lebih berhati-hati. Agar daging potong yang diperoleh lebih higienis dan terhindar dari penyakit PMK, masyarakat lebih baik melakukan Pemotongan di RPH karena bisa lebih terjamin untuk kebersihannya.

"Di sini ada dokter yang memeriksa sebelum hewan itu dipotong. Ada masa inkubasi selama 14 hari. Jadi lebih aman jika dipotong di RPH," terang Aries. (riz/zal/mu/fun) Editor : Jawanto Arifin
#peternakan kabupaten probolinggo #wabah pmk