Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kembangkan Wisata Budaya, Bakal Bangun Mini Museum Bromo di Ngadisari

Ronald Fernando • Rabu, 30 Maret 2022 | 16:09 WIB
Photo
Photo
Desa Ngadisari memiliki seabrek potensi. Tak hanya potensi alam dengan Bromo sebagai magnetnya. Namun, juga budaya Tengger yang terus lestari. Potensi itulah yang terus dioptimalkan pemerintah desa setempat.

 

MAYORITAS penduduk Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, merupakan suku Tengger. Dikenal memiliki budaya yang khas. Yang tidak dapat hilang walaupun diterpa dengan perubahan zaman.

Rasa bangga memiliki budaya khas tersebut masih sangat tercermin dalam aktivitas sehari-hari warga setempat. Potensi itu berupaya dimaksimalkan pemerintah desa setempat dengan mewujudkan wisata budaya.

Sekretaris BUMDes Edelwis Tengger Indah Sugeng mengatakan, Pemerintah Desa melalui BUMDes akan merintis wisata budaya. Wisata ini tengah dikembangkan dengan membangun sebuah rumah adat suku Tengger di Dusun Cemorolawang, Desa Ngadisari.

Bangunan berukuran 114 meter persegi itu memiliki kerangka beton. Dilapisi dengan kayu. “Walaupun saat ini sudah masuk zaman milenial, warga sekitar Gunung Bromo. Khususnya Desa Ngadisari, masih mempertahankan budaya leluhur. Ini menjadi daya tarik sekaligus mengenalkan kearifan lokal masyarakat Tengger,” ujar Sugeng.

Hampir menyerupai mini museum. Rumah adat ini nantinya akan dijadikan sebagai bangunan induk. Dimanfaatkan sebagai tempat menyimpan barang-barang yang digunakan untuk Kasada atau media adat lainnya. Serta benda dan perabot rumah tangga.

“Benda yang ada dalam rumah adat hanya replika dan bentuknya lebih kecil. Dekat replika tersebut nantinya akan dilengkapi dengan keterangan benda dan foto aslinya,” katanya.



Photo
Photo
BUDAYA: Seorang pengunjung sedang melihat replika kerbau untuk acara Unan-Unan 5 tahun sekali. (Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)

Selain membangun museum budaya Tengger, Sugeng menjelaskan, pengelola juga akan membuat taman edelweiss di sekitar rumah adat. Serta menanam beberapa sayur mayur yang biasa ditaman oleh warga.

Saat ini, pembangunan museum budaya ini sudah masuk 95 persen. Hanya menyisakan finishing interior bangunan. Serta, perlu menanam kembali bunga yang sebelumnya sudah rusak karena tidak terawat.

Photo
Photo
APBDes Pemerintah Desa Ngadisari Tahun Anggaran 2022

“Persiapannya sudah hampir rampung. Kami targetkan bulan Mei mendatang sudah di-launching. Mudah-mudahan dapat menjadi salah satu destinasi wisata. Tujuannya, melestarikan budaya Tengger dan kearifan lokal. Tidak hanya itu, juga menjadi salah satu sumber PADes,” harapnya. (ar/*/mie) Editor : Ronald Fernando
#wisata bromo #transparansi desa