Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Probolinggo Paeni mengatakan, jika menghitung kebutuhan pustakawan di perpustakaan daerah saja, pustakawan sudah ideal. Kini, jumlahnya ada sembilan orang. Jika untuk seluruh kota, masih kurang.
“Kalau bicara ideal, sebenarnya diperlukan untuk pustakawan di setiap kelurahan. Selama ini memang belum tersedia. Seharusnya ditambah 29 pustakawan untuk seluruh kelurahan,” ujarnya.
Menurutnya, tidak adanya pustakawan di setiap kelurahan membuat perpustakaan kelurahan tidak maksimal. Selama ini, perpustakaan ini memberdayakan staf kelurahan. Namun, perpustakaan kelurahan tetap beroperasi setiap jam layanan kelurahan.
Pihaknya berharap seluruh kelurahan memiliki pustakawan. Apalagi, Kota Probolinggo menjadi daerah percontohan untuk perpustakaan inklusif yang memfasilitasi keragaman budaya masyarakat. Sehingga perpustakaan kelurahan harus berkembang.
“Nanti pengadaan pustakawan bisa dilakukan bertahap. Atau bisa juga staf kelurahan kami latih menjadi pustakawan, karena rencananya akan dijadikan perpustakaan inklusif,” jelasnya. (riz/rud) Editor : Jawanto Arifin