Sejumlah masyarakat Desa Muneng Kidul bisa semringah. Penantian mereka agar bantuan langsung tunai dari dana desa (BLT-DD) segera cair, terjawab. Pemerintah desa telah mencairkannya Jumat (25/3).
Pj Kepala Desa Muneng Kidul Sudiyanto menjelaskan, adanya aturan dari pemerintah pusat, pemerintah desa harus mengalokasikan 40 persen dari pagu dana desa. Karena itu, tahun ini penerima BLT-DD naik lipat dua. Jika tahun lalu hanya ada 50 keluarga penerima manfaat (KPM), tahun ini ada 126 KPM.
Seharusnya, pencairan BLT-DD ini dilakukan setiap bulan. Namun, karena pihaknya menunggu transfer dari Pemerintah Pusat dan baru ditransfer pada Maret, pencairannya pun molor. Karena itu, pemberian BLT-DD langsung diberikan kepada KPM untuk tiga bulan.
“Masing-masing menerima Rp 900 ribu. Karena setiap bulan dialokasikan Rp 300 ribu untuk setiap KPM,” jelas Sudi.
Selain BLT-DD, pemerintah desa juga berusaha membantu warganya yang masih tinggal di rumah tidak layak huni. Tahun ini ada dua rumah yang digarap. Masing-masing di RT 11/RW 3 Dusun Timur 1 dan di RT 10/RW 2 Dusun Barat. Masing-masing rumah dianggarkan Rp 15 juta.
Jumlah yang digarap tahun ini lebih banyak dari tahun lalu. Sebelum menentukan RTLH yang akan direhab, pemerintah desa telah melakukan survei lapangan. Dua rumah ini pun dinyatakan perlu diperbaiki.
“Ini upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebab, banyak masyarakat yang masih kurang mampu,” ujar Sudi.
Jaga Kesehatan Masyarakat melalui Posyandu-PPKM
Kesehatan warga Desa Muneng Kidul juga menjadi atensi pemerintah desa. Salah satunya dengan rutin menggalakkan Posyandu. Baik bagi balita maupun bagi warga lanjut usia (lansia). Program ini dilaksanakan setiap pekan di setiap dusun dengan 200 sasaran.
Pj Kepala Desa Muneng Kidul Sudiyanto mengatakan, sasaran dalam program Posyandu adalah 125 balita dan 75 lansia. Untuk menyukseskan program ini, pemerintah desa mengalokasikan anggaran Rp 125 juta dari dana desa (DD). Anggaran ini termasuk untuk membayar honor kader dan kebutuhan Posyandu.
Banyak layanan kesehatan yang diberikan melalui kegiatan Posyandu. Seperti pemeriksaan tubuh, mulai dari berat badan hingga tinggi badan. Mereka juga ditanya apakah ada keluhan. Usai pemeriksaan, mereka akan diberi obat dan makanan tambahan.
“PMT (pemberian makanan tambahan) berupa vitamin dan makanan bergizi. Seperti susu, buah, makanan seimbang, atau kacang hijau. Ini dilakukan di setiap dusun,” katanya.
Pemerintah desa juga menganggarkan untuk program pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Salah satunya penyediaan alat pengecekan suhu badan dan penyemprotan disinfektan di setiap dusun. Total anggarannya sekitar Rp 15 juta dari dana desa.
“Ini sesuai permintaan (Pemerintah) Pusat, selain BLT-DD, untuk program PPKM di masyarakat juga harus tetap berjalan tahun ini,” ujar Sudi.
Cegah Drainase Meluap ke Jalan
Infrastruktur jalan masih menjadi prioritas pembangunan Pemerintah Desa Muneng Kidul, Kecamatan Sumberasih. Sejumlah jalan masih perlu diperbaiki. Karena itu, tahun ini pemerintah desa menggarap pembangunan jalan sekaligus drainase.
Proyek fisik di Desa Muneng Kidul tahun ini tidak terlalu banyak. Pemerintah desa hanya fokus terhadap dua proyek infrastruktur. Pertama, pengaspalan jalan di RT 17/RW 4, Dusun Timur 2. Panjangnya, 230 meter. Jalan ini merupakan penghubung dengan Desa Pohsangit Leres, Kecamatan Sumberasih.
Jalan ini diperbaiki karena rusak. Aspal lama penuh lubang dan terkelupas. Kondisi ini sering dikeluhkan warga, karena ketika melintas tidak nyaman. Pembangunannya sudah digarap pada awal tahun dengan anggaran Rp 80 juta.
“Sebelumnya memang sudah ada aspal di sini. Cuma terkelupas. Makanya kami lakukan pengaspalan kembali biar jalannya enak dilintasi,” ujar Pj Kepala Desa Muneng Kidul Sudiyanto.
Proyek kedua, berupa pembangunan drainase di RT 12/RW 3 Dusun Timur 1. Drainse ini sekaligus menjadi irigasi lahan pertanian milik warga. Serta, mencegah air meluap ke jalan.
“Kira-kira anggarannya Rp 75 juta. Cuma belum dibangun. Saat ini masih tahap penggalian. Memang kami tidak ingin terburu-buru agar tidak cepat rusak,” ujar Sudi. (riz/rud/*)